News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Target Ekspor Meluas, Sido Muncul Bidik Pertumbuhan Kinerja hingga 8 Persen pada 2026

Target Ekspor Meluas, Sido Muncul Bidik Pertumbuhan Kinerja hingga 8 Persen pada 2026

WARTAJOGJA.ID – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menunjukkan optimisme tinggi dalam menatap tahun buku 2026 dengan menetapkan target pertumbuhan kinerja di kisaran 5% hingga 8%. 

Langkah strategis ini diambil meski kondisi ekonomi global saat ini sedang diwarnai ketidakpastian yang berpotensi memicu inflasi serta kenaikan harga bahan baku, terutama untuk komponen yang masih mengandalkan impor.

Manajemen Sido Muncul menegaskan bahwa hingga saat ini mereka tetap konsisten dengan proyeksi awal dan belum melakukan perubahan target meskipun dinamika global memanas. 

"Untuk saat ini kami belum melakukan revisi target karena kondisi global yang memanas, masih di kisaran pertumbuhan 5–8%," ujar manajemen kepada media pada Selasa (3/3/2026). 

Rasa optimistis perseroan didorong oleh capaian solid pada tahun 2025, di mana emiten produsen jamu terbesar di Indonesia ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,22 triliun dengan total nilai penjualan mencapai Rp4,07 triliun.

Untuk menggerakkan roda pertumbuhan di tahun ini, Sido Muncul akan bertumpu pada ekspansi pasar internasional dan peluncuran varian produk baru sebagai mesin utama bisnis. 

Manajemen menjelaskan bahwa target pertumbuhan tersebut memang dikontribusikan dari sektor penjualan ekspor serta inovasi produk yang terus dikembangkan guna memenuhi minat konsumen global terhadap suplemen kesehatan herbal yang meningkat pesat pascapandemi. 

"Target pertumbuhan sebelumnya berasal dari kontribusi penjualan ekspor dan produk atau varian baru," jelas manajemen.

Fokus utama ekspansi ekspor Sido Muncul pada tahun 2026 akan menyasar wilayah-wilayah strategis yang memiliki potensi pasar ritel besar, seperti Nigeria dan kawasan ECOWAS di Afrika, Malaysia, negara-negara Indochina, serta kawasan Semenanjung Arab. 

Saat ini, kontribusi ekspor terhadap total penjualan perusahaan memang masih berada di angka 8% hingga 9%, namun perseroan berkomitmen memperbesar porsi tersebut dengan strategi penetrasi langsung. 

"Di negara-negara fokus kami akan masuk dan menjangkau ke pasar retail, di mana kontribusi pasar retail di negara-negara tersebut cukup besar," tegas manajemen.

Selain memperkuat pasar global, Sido Muncul juga mulai mengarahkan perhatian pada segmen produk yang lebih agresif untuk menarik minat konsumen muda, yakni kategori minuman herbal dan minuman suplemen. 

Perseroan menilai bahwa kategori ini memiliki pertumbuhan yang menjanjikan di masa depan, sehingga ke depan mereka merasa perlu mendorong pertumbuhan dari produk minuman baik yang berbasis herbal maupun minuman suplemen. 

Inovasi ini dianggap penting untuk menjaga daya saing di tengah kompetisi industri farmasi yang semakin ketat.

Meskipun peluang terbuka lebar melalui pemerataan distribusi domestik dan internasional, Sido Muncul tetap mewaspadai tantangan inflasi yang dapat menekan margin keuntungan. 

"Tantangan utama adalah kemungkinan inflasi yang mengakibatkan kenaikan bahan baku, terutama yang komponen importnya tinggi," ungkap manajemen. 

Namun, dengan mengandalkan kualitas produk sebagai fondasi utama untuk menjaga kepercayaan konsumen dan memastikan ketersediaan produk di semua lini pasar, Sido Muncul tetap yakin dapat menjaga laju pertumbuhan bisnisnya di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada.

Sebelummya, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai kinerja Sido Muncul pada tahun 2025 merupakan performa yang defensif dan solid di tengah tekanan daya beli masyarakat. 

Wafi menyoroti bahwa pendapatan dari segmen makanan dan minuman yang tumbuh 11,7% secara tahunan menjadi penopang utama, didukung oleh produk dengan harga terjangkau yang relatif tahan terhadap inflasi. Ia memproyeksikan pendapatan SIDO pada 2026 akan meningkat sekitar 5% hingga 7% dengan laba bersih yang berpotensi tumbuh 6% hingga 8%. 

"Pertumbuhan laba di tengah tekanan daya beli membuktikan ketangguhan brand equity dan efisiensi biaya operasional," katanya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment