Penuh Haru, Haji Suryo Video Call Korban Kecelakaan dari Rumah Sakit, Saling Memaafkan
WARTAJOGJA.ID: Suasana haru menyelimuti percakapan hangat melalui video call antara Haji Muhammad Suryo, founder Surya Group sekaligus pengusaha rokok merek HS dengan Abdullah, korban kecelakaan sepeda motor di Kulon Progo, Yogyakarta, Selasa 3 Maret 2026.
Haji Suryo dari bangsal perawatannya di Rumah Sakit JIH, berkomunikasi dengan Abdullah, yang juga masih dirawat di RSUD Wates pasca kecelakaan yang terjadi Minggu sore 1 Maret 2026 lalu.
Dalam percakapan yang berlangsung hangat dan penuh kerendahan hati tersebut, Haji Suryo membuka pembicaraan dengan permohonan maaf karena belum bisa hadir secara fisik akibat luka parah di bagian kaki yang dialaminya.
"Pangapunten nggih, Pak, dhalem mboten saget sowan nggih. Kula ugi njaluk sepura yen ana salahku, mohon maaf nggih, Pak. (Mohon maaf ya, Pak, saya belum bisa datang menjenguk langsung. Saya juga minta maaf kalau ada salah saya, mohon maaf ya, Pak)" ujar Haji Suryo.
"Sami-sami, Pak. Kawula ugi pangapunten nggih, Pak, enten salah nggih, Pak. Saya juga salah, Pak. gak ada yang menginginkan semuanya ini.
(Saya juga minta maaf kalau ada salah saya, Pak. Memang tidak ada yang menginginkan kejadian ini.)," ujar Abdullah.
Abdullah tampak menahan tangis ketika Haji Suryo menuturkan, ia sebenarnya ingin mereka sama-sama di rawat di Rumah Sakit JIH, tidak terpisah.
"Jenengan hebat sanget nggih, Pak. Matur nuwun sanget Pak, sampun ditangani sedaya kalih jenengan."
(Anda hebat sekali, Pak. Terima kasih banyak Pak, sudah ditangani semuanya oleh Anda.)," kata Abdullah.
Haji Suryo dalam kesempatan itu juga menanyakan kondisi Deva, anak Abdullah.
" Anak sudah operasi?" tanya Haji Suryo.
"Anak saya sudah operasi, Pak kemarin, namun memang masih ada pendarahan terus dari sini (bagian kaki)," kata Abdullah.
"Saya ndherek belasungkawa ya, Mas."
(Saya turut berbelasungkawa ya, Mas.)," ujar Haji Suryo kembali.
"Sama-sama , Pak. Saya juga belasungkawa dengan istri (Ibu Hj Anis-istri Haji Suryo yang meninggal dunia akibat kecelakaan itu). Tidak ada yang pengen semua ini. Kalau ada salah, saya mohon maaf ya, Pak." ujar Abdullah.
Mendengar perhatian yang begitu besar dari Haji.Suryo, Abdullah menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam dan memuji sikap tanggung jawab sang pengusaha itu.
Abdullah pun menegaskan bahwa mulai hari ini mereka adalah keluarga, yang diamini oleh Haji Suryo dengan pesan agar silaturahmi ini jangan sampai putus karena mereka kini telah diikat oleh rasa senasib sepenanggungan.
"Mulai saat ini silaturahmi sebagai keluarga jangan sampai putus ya Pak," ujar Haji Suryo.
Komitmen kemanusiaan Haji Suryo ini juga diteruskan melalui perwakilan Surya Group yang datang langsung menemui istri Abdullah.
Perwakilan perusahaan menegaskan bahwa mereka hadir untuk memastikan keluarga korban tidak sendirian menghadapi masa sulit ini.
Meskipun istri Abdullah mengaku masih terpukul dan hanya fokus pada kesembuhan suami serta anaknya tanpa memikirkan kerugian materiil, pihak Surya Group menyatakan bahwa memberikan fasilitas pengobatan terbaik adalah sebuah amanah yang sudah dijamin seluruh prosesnya.
Staf pendamping bernama Mas Yudhi pun disiagakan untuk terus berkomunikasi intens guna memastikan semua kebutuhan keluarga Abdullah terpenuhi agar mereka bisa tetap semangat dan pulih seperti sedia kala.
Dalam kecelakaan di Simpang Empat Mlangsen, Desa Palihan, Kecamatan Temon, itu sepeda motor Haji Suryo bersama istrinya, Hj Anis Syarifah, bertabrakan dengan motor yang dikendarai Abdullah bersama anaknya, Deva. Hj Anis wafat dan telah dimakamkan pada Senin 2 Maret 2026.
Post a Comment