Kawal Kelancaran Lebaran 2026, Komisi A DPRD DIY Tekankan Sinergi Lintas Sektoral dan Manajemen Pos Terpadu
WARTAJOGJA.ID : Guna memastikan kenyamanan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta merumuskan sederet poin rekomendasi strategis bagi Pemerintah Daerah DIY.
Langkah koordinatif ini diputuskan usai pertemuan intensif dengan berbagai pemangku kepentingan di Ruang Banggar DPRD DIY pada Kamis, 12 Maret 2026, dengan target utama mewujudkan masa libur yang aman dan selamat bagi warga lokal maupun wisatawan.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah dan aparat keamanan harus berada dalam kondisi siaga penuh untuk melayani dinamika mudik tahun ini.
"Kami mendorong Pemda DIY untuk berkolaborasi erat dengan TNI serta Polri dalam mendirikan pos layanan terpadu yang tidak hanya terfokus pada arus lalu lintas, namun juga mencakup aspek kesehatan dan mitigasi kebencanaan," kata Eko, Kamis 12 Maret 2026.
Eko menggarisbawahi perlunya struktur manajemen yang solid agar seluruh pos pelayanan dapat terkoneksi secara efektif di bawah satu komando koordinasi.
“Kita juga merekomendasikan yang kedua kepada Pemda DIY untuk segera menyusun manajemen pos terpadu, pos terpadu itu yang membawahi yang mengkoordinasikan seluruh pos dan agar yang baik dilayani oleh Pemda maupun oleh TNI Polri dan juga masyarakat,” papar Eko Suwanto.
Ia menambahkan bahwa pelibatan aktif masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan suasana Lebaran yang kondusif di seluruh wilayah Yogyakarta.
Aspek pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan, turut menjadi perhatian serius di mana seluruh Puskesmas di DIY, baik kategori perawatan maupun non-perawatan, dipastikan tetap beroperasi secara normal selama masa cuti bersama. Sejalan dengan kebijakan operasional tersebut, legislatif juga mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian lebih pada hak-hak para petugas medis yang bekerja di hari libur.
“Puskesmas tetap buka melayani masyarakat meskipun statusnya cuti. Kami juga meminta Pemda menjamin kesejahteraan tenaga medis dan paramedis yang bertugas pada hari libur dan cuti,” tegas politisi dari PDI Perjuangan tersebut.
Selain melayani pemudik yang masuk ke wilayah Jogja, Komisi A juga menaruh perhatian pada pengamanan rumah-rumah yang ditinggal mudik oleh penghuninya ke luar kota.
Masyarakat diimbau untuk berperan aktif melaporkan rencana keberangkatan mereka kepada perangkat kelurahan atau pengurus wilayah setempat agar faktor keamanan lingkungan tetap terjaga secara kolektif. Eko menyarankan warga untuk setidaknya menitipkan informasi mengenai rumah kontrak atau pondokan yang kosong agar menjadi perhatian khusus bagi aparat di lapangan.
Dalam hal keselamatan di perjalanan, DPRD DIY mengingatkan masyarakat untuk tidak abai terhadap potensi bencana hidrometeorologi dengan rutin memantau prakiraan cuaca melalui platform resmi pemerintah. Hal ini dianggap krusial agar perencanaan perjalanan wisata maupun mudik tetap aman dari gangguan cuaca ekstrem.
“Perencanaan perjalanan mudik maupun wisata perlu memperhatikan aspek cuaca dan hidrometeorologi agar perjalanan tetap aman,” ujarnya mengingatkan pentingnya aplikasi BMKG sebagai rujukan perjalanan.
Demi menjamin seluruh rencana operasional ini berjalan tanpa kendala teknis, dukungan finansial dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menjadi mutlak diperlukan guna membiayai pengamanan dan kenyamanan publik.
Eko mengapresiasi tingginya rasa solidaritas di Yogyakarta selama Ramadan, seperti yang terlihat pada penyediaan ribuan porsi takjil di Masjid Jogokariyan dan masjid lainnya. Ia berharap semangat berbagi melalui bingkisan Lebaran kali ini dapat difokuskan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu demi mempererat ikatan sosial antarwarga.
Post a Comment