Jamin Keamanan Libur Lebaran, Jukir TKP Ngabean Deklarasi Anti Nuthuk
WARTAJOGJA.ID – Pengelola parkir Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean memastikan komitmennya untuk berlaku tertib dan memberikan rasa aman bagi wisatawan, terutama selama masa libur panjang Lebaran tahun ini.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi deklarasi yang dilaksanakan oleh paguyuban juru parkir pada Senin, 16 Maret 2026, dengan dihadiri oleh unsur Pemerintah Kota Jogja dan pihak kepolisian.
Perwakilan Juru Parkir TKP Ngabean, Anton Wahyudi, menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus memberikan pelayanan istimewa kepada wisatawan serta memastikan area parkir bersih dari perilaku tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum petugas di kawasan tersebut. Pria yang akrab disapa Pongge ini menegaskan bahwa pihaknya tidak segan menerapkan sanksi tegas kepada juru parkir yang melakukan pelanggaran, khususnya tindakan nuthuk atau menaikkan tarif secara tidak wajar.
Selain itu, perilaku bak preman seperti sikap tidak ramah kepada wisatawan hingga mengonsumsi minuman keras di kawasan parkir juga menjadi sasaran tindakan disiplin yang keras.
Ketegasan ini dibuktikan dengan ancaman pemecatan seketika bagi petugas yang kedapatan melanggar aturan yang telah disepakati. Pongge menyatakan di sela deklarasi bahwa pelanggar akan langsung disingkirkan dari ketugasan, rompinya diambil, dan langsung dikeluarkan dari keanggotaan.
Persiapan ekstra memang dilakukan oleh juru parkir TKP Ngabean pada momen Lebaran kali ini mengingat kawasan parkir yang terletak di Kemantren Ngampilan tersebut akan dipusatkan sebagai lokasi parkir bus pariwisata seiring dengan diberlakukannya larangan parkir di TKP Senopati.
Sebanyak 20 hingga 21 juru parkir dikerahkan selama masa libur panjang ini untuk melayani pengunjung dengan standar kesopanan yang tinggi demi mendukung ekosistem pariwisata Yogyakarta yang ramah dan aman. Pongge menghimbau kepada rekan-rekannya agar lebih sehat dalam menjaga diri serta memperlakukan para pengunjung layaknya sahabat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, menyampaikan bahwa juru parkir merupakan salah satu wajah utama pariwisata Jogja sehingga mereka wajib mengedepankan budaya 3S, yaitu Senyum, Sapa, dan Salam. Dinas Perhubungan sendiri secara intensif terus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada para juru parkir, baik yang bertugas di tepi jalan umum maupun di tempat khusus parkir agar pelayanan tetap berjalan optimal. Menurut Arif, fokus utama pemerintah bukan hanya pada persoalan tarif, melainkan pada sikap dan perilaku petugas di lapangan. Ia menekankan bahwa seringkali bukan masalah nominal uang yang dikeluhkan, melainkan perilaku petugas yang membuat wisatawan merasa tidak nyaman saat berkunjung.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui Kasubdit II Dit Intelkam DIY, Kompol Leo Nisya Sagita, memastikan akan terus merangkul para tukang parkir agar citra positif yang selama ini telah dibangun di Yogyakarta dapat terus terjaga. Ia mengingatkan bahwa di era digital saat ini, dampak dari perilaku negatif yang menjadi viral dapat merugikan daerah secara luas karena berpotensi menyebabkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan. Pihaknya berharap kolaborasi semua unsur ini dapat mencegah hal-hal buruk terjadi sehingga suasana libur Lebaran di Yogyakarta tetap kondusif dan berkesan bagi para pemudik maupun pelancong.
Post a Comment