News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dapat Kenaikan Pangkat, Setiawan Kini Bergelar Kanjeng Pangeran Arya Setiawan Dirjonagoro Cakradiningrat

Dapat Kenaikan Pangkat, Setiawan Kini Bergelar Kanjeng Pangeran Arya Setiawan Dirjonagoro Cakradiningrat

WARTAJOGJA.ID : Setiawan resmi mendapat kenaikan pangkat Pangeran Santana dari Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dari pangkat sebelumnya Kanjeng Pangeran kini dinaikkan menjadi Kanjeng Pangeran Arya (KPA) pada Senin (9/3/2026). 

Berkat kepedulian, perhatian, pemikiran, gagasan serta kontribusi bagi kemajuan Karaton Surakarta Hadiningrat, Setiawan dinaikkan gelar pangkatnya.

Kenaikan pangkat itu dianugerahkan secara langsung oleh Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV didampingi Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Paku Buwono di Karaton Surakarta Hadiningrat, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Dalam piagam penganugerahan disebutkan bahwa penganugerahan diberikan atas dedikasi Setiawan dalam setya tuhu terhadap Karaton Surakarta Hadiningrat.

Kini namanya menjadi Kanjeng Pangeran Arya Setiawan Dirjonagoro Cakradiningrat, SM, M.Si, MH, MM, CPFI, CFRS, CPOM, CDRA, CPMM.

Dalam piagam pengukuhan tersebut secara resmi ditandatangani Ingkang Sinoehoen Kangjeng  Soesoehoenan Pakoe Boewono XIV dan cap karaton pada tanggal 9 Maret 2026.

Gelar Kanjeng Pangeran Arya (KPA) merupakan salah satu gelar yang tinggi dan mengandung makna tanggung jawab terhadap kepedulian Keraton Solo menjadi prioritas utama.

Setiawan merasa sangat bersyukur, dengan mendapat kepercayaan dan amanah baru tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh SISKS Pakoe Boewono XIV. Dengan amanah ini sebagai KPA, saya berkomitmen untuk selalu ikut serta dalam melestarikan warisan budaya Jawa melalui Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat." Ucap KPA Setiawan.

Pada malam harinya Karaton Surakarta Hadiningrat menggelar malam selikuran atau peringatan di bulan Ramadan memasuki malam ke-21. Malam selikuran dimulai dengan kirab dari Karaton Surakarta Hadiningrat menuju ke Sriwedari.

Sementara itu, para peserta kirab juga membawa lampu ting atau lentera berwarna-warni. Lentera tersebut memiliki bentuk yang beragam dan dibuat seperti lampion.

Beberapa peserta lain membawa peti atau ancak sancaka yang di dalamnya terdapat bungkusan nasi tumpeng. Dalam tradisi itu, nasi tumpeng itu nantinya dibagikan kepada masyarakat.

Selanjutnya di Sriwedari ada tausiyah dari Gus Muwafiq yg diikuti oleh abdi dalem beserta masyarakat yg antusias menyaksikan.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment