Wujudkan Yogyakarta ASRI, Disdikpora Kota Yogyakarta Gelar Lomba Kebersihan Sekolah di Momen HPSN 2026
WARTAJOGJA.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menggelar Lomba Kebersihan Sekolah.
Kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 6 Yogyakarta pada Jumat (6/2) ini melibatkan seluruh warga sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMP untuk melakukan aksi "Reresik Sekolah" secara serentak.
Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, S.E., M.Si, menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan menciptakan perilaku hidup sehat dan bersih di lingkungan pendidikan sekaligus memperindah estetika kota.
Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 sekaligus mendukung implementasi Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,
Ia menekankan bahwa kegiatan bersih-bersih ini tidak hanya terbatas di area sekolah, tetapi juga meluas hingga radius 200-300 meter di sekitar lingkungan institusi.
"Mudah-mudahan dengan kerjasama serentak ini, Yogyakarta menjadi kota yang nyaman, indah, bersih, dan menjadi sarana bagaimana membentuk karakter anak-anak, yang salah satunya adalah menjaga kebersihan," ujar Budi di sela-sela peninjauan kegiatan.
Langkah nyata dalam pengelolaan sampah di sekolah telah dibuktikan oleh SMP Negeri 6 Yogyakarta melalui penerapan gerakan "Mas Jos".
Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Yogyakarta, Dwi Isnawati, mengungkapkan bahwa sekolahnya telah berhasil menurunkan volume sampah secara signifikan melalui edukasi bijak sampah kepada guru dan siswa.
"Siswa-siswa kami juga sudah dilatih dan kami berikan buku tabungan sampah yang digunakan ketika mereka menyetor sampah, sehingga mereka memiliki tabungan uang yang bermanfaat, serta kami mewajibkan penggunaan tumblr dan wadah makan berulang untuk mengurangi sampah plastik," tutur Dwi yang berharap pembiasaan ini dapat berakar menjadi sebuah kebudayaan.
Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kota Yogyakarta, Hasyim, menegaskan bahwa Lomba Kebersihan Sekolah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden dalam Rakornas kepala daerah mengenai Gerakan Indonesia ASRI.
Penilaian lomba yang melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup ini akan berlangsung hingga 16 Februari 2026 sebagai upaya akselerasi budaya bersih. "Harapannya tim juri bisa menilai secara komprehensif sehingga sekolah yang menjadi juara betul-betul bisa menjadi contoh dan berbagi praktik baik bagi sekolah lain dalam menciptakan Yogyakarta yang asri," jelas Hasyim.
Selain di lingkungan sekolah, aksi ini juga menyentuh ruang publik yang melibatkan ratusan pelajar. Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan sekitar 500 pelajar di kawasan simpang empat Jetis untuk membersihkan area publik sebelum melanjutkan acara dengan panggung ekspresi pelajar.
"Muaranya ini menjadi program kegiatan pendidikan karakter bagi pelajar di Kota Yogyakarta, khususnya di aspek habituasi pelajar peduli terhadap lingkungan, agar ke depannya budaya bersih menjadi budaya pelajar dan budaya Kota Yogyakarta," pungkas Mugi.
Post a Comment