News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

UAD Kukuhkan 7 Guru Besar BaruDari Bidang Farmakologi hingga Kritik Sastra

UAD Kukuhkan 7 Guru Besar BaruDari Bidang Farmakologi hingga Kritik Sastra

WARTAJOGJA.ID : Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi menambah deretan pakar di jajaran akademisnya setelah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Guru Besar kepada tujuh dosen pada Selasa (10/2/2026). 

Prosesi yang berlangsung khidmat di Ruang Audiovisual Museum Muhammadiyah, Kompleks Kampus IV UAD ini, menjadi langkah strategis universitas dalam meneguhkan integritas keilmuan serta mempercepat pengembangan kualitas akademik di lingkungan Muhammadiyah.

Ketujuh guru besar yang menerima SK tersebut mencakup berbagai bidang kepakaran yang variatif. 

Mereka adalah Ishafit (Pembelajaran Fisika Berbasis Laboratorium dan ICT), Wahyu Widyaningsih (Farmakologi dan Toksikologi), Nina Salamah (Autentikasi Herbal dan Analisis Halal), serta Yudi Ari Adi (Pemodelan Matematika Interaksi Populasi). Selain itu, jabatan tertinggi akademik ini juga diraih oleh Fatwa Tentama (Psikologi Kerja, Organisasi, dan Kewirausahaan), Dian Artha Kusumaningtyas (Evaluasi Pembelajaran Fisika), dan Wajiran (Kritik Sastra).

Mewakili rekan sejawatnya, Ishafit mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan sistematis universitas melalui program inkubasi. 

Ia menjelaskan bahwa para dosen difasilitasi mengikuti camp khusus untuk menyusun artikel ilmiah dalam kurun waktu satu tahun dengan pendampingan intensif dari Biro Sumber Daya Manusia (BSDM). 

Menurutnya, pendampingan tersebut menyadarkan para pengajar bahwa jabatan fungsional bukan sekadar hak, melainkan kewajiban profesional sebagai dosen.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD, Noorma Sari, yang hadir mewakili Rektor, menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus mengingatkan bahwa tantangan masa depan akan semakin kompleks. 

"Kami berharap capaian ini menjadi pemantik lahirnya lebih banyak guru besar di UAD," ujarnya.

Noorma Sari juga menitipkan tiga pesan utama bagi para profesor baru tersebut, yakni meneguhkan integritas keilmuan sebagai manifestasi nilai Islam berkemajuan, memimpin pengembangan ilmu yang inklusif dan transformatif, serta memastikan ilmu yang dimiliki menjadi amal kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris BPH UAD, Azman Latif, menekankan bahwa jabatan guru besar adalah amanah yang harus dijalankan sesuai norma yang berlaku. Ia berharap para guru besar tetap memiliki sifat rendah hati atau andap asor, layaknya filosofi ilmu padi yang semakin berisi semakin menunduk.
Dukungan juga datang dari pihak regulator. 

Perwakilan LLDIKTI Wilayah V, Setyabudi Indartono, menyampaikan bahwa bertambahnya guru besar di UAD akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi. 

Ia menegaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri, seorang guru besar dituntut untuk menjadi teladan (uswah) dan memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing lahirnya guru besar baru di masa depan.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment