News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Masjid Jogokariyan Memulai Kampung Ramadan dan Bagikan Ribuan Takjil

Masjid Jogokariyan Memulai Kampung Ramadan dan Bagikan Ribuan Takjil


WARTAJOGJA.ID : Salah satu masjid ikonik di Yogyakarta, Masjid Jogokariyan memulai pembukaan Kampung Ramadan Jogokariyan,Rabu, 18 Februari 2026.

Event yang sudah masuk tahun ke-22 ini langsung dipadati ribuan masyarakat yang juga bertepatan dengan dimulainya tradisi pembagian ribuan porsi takjil untuk berbuka puasa.

Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Rizki Rahim mengungkapkan pada event Kampung Ramadan Jogokariyan kali ini total terdapat 413 lapak yang meramaikan di sepanjang Jalan Jogokariyan.

Sebanyak 248 lapak di antaranya merupakan usaha milik warga lokal dan sisanya dari kelompok UMKM lain berbagai wilayah kampung di Yogyakarta.

"Kami berpesan kepada para pedagang yang beragama Islam di event ini tetap menjaga sholatnya di tengah kesibukan berdagang," kata dia.

Masjid Jogokariyan pun dipadati ribuan jemaah saat waktu berbuka puasa pertama Ramadan ini.

Pihak panitia mengatakan ada peningkatan porsi takjil yang disediakan, yakni mencapai 3.800 porsi per hari, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 3.500 porsi.

Salah satu keunikan yang terus dipertahankan oleh Masjid Jogokariyan dalam setiap pembagian takjil itu tak lain, tradisi menyajikan menu berbuka menggunakan piring.  Bukan kotak atau bungkus plastik.

Pengurus yang juga Ketua Panitia Kampung Ramadan Jogokariyan Muhammad Falah Akbar menuturkan, penggunaan piring memiliki misi ganda, yaitu edukasi ibadah dan kelestarian lingkungan. 

Menurutnya, dengan penggunaan piring, jemaah diharapkan tidak membawa pulang makanan sehingga bisa melanjutkan ibadah shalat Maghrib berjamaah di masjid. Sekaligus menekan produksi sampah bungkus makanan di lingkungan sekitar.

"Kami juga menyiagakan tim khusus mengelola logistik dan kebersihan peralatan makan," kata dia.

Ia menuturkan sedikitnya terdapat sekitar 50 orang yang bertugas untuk mencuci ribuan piring setiap harinya dari total sekitar 600 panitia yang terlibat tahun ini. 

Persiapan matang untuk pembukaan Kampung Ramadan ini sejatinya telah dilakukan sejak satu bulan lalu, mencakup pengecatan bangunan masjid, pemasangan dekorasi street art di sepanjang jalan, hingga pengadaan mesin pencuci beras otomatis. Teknologi tersebut sangat membantu beban kerja warga masjid setempat yang menjadi juru masak utama. 

Ia menambahkan bahwa para juru masak ini terdiri dari 28 kelompok perempuan berusia di atas 50 tahun yang menyajikan menu bervariasi setiap harinya. Seperti gulai ayam yang menjadi menu pembuka hari ini.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono menuturkan Masjid Jogokariyan telah menjadi contoh sukses manajemen masjid yang mampu hadir di tengah masyarakat dan menjadi magnet bagi wisatawan religi. 

Ia menekankan keramaian Kampung Ramadan ini menjadi berkah yang harus dijaga dengan kedisiplinan membuang sampah pada tempatnya agar semangat ibadah tetap selaras dengan kebersihan lingkungan dan kenyamanan bersama.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment