News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

DPW PKB DIY Silaturahim dengan PWNU DIY, Perkuat Sinergi dan Minta Restu Kepengurusan Baru

DPW PKB DIY Silaturahim dengan PWNU DIY, Perkuat Sinergi dan Minta Restu Kepengurusan Baru

WARTAJOGJA.ID — Jajaran Pengurus DPW PKB DIY melaksanakan silaturahim dan audiensi dengan PWNU DIY. Rombongan diterima langsung oleh Rais Syuriah PWNU DIY, KH. Mas’ud Masduki, dan Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, Dr. Ahmad Zuhdi Muhdlor, beserta jajaran pengurus PWNU DIY.

Silaturahim ini menjadi momentum ta’aruf pengurus baru DPW PKB DIY yang telah dilantik pada 7 Februari 2026 lalu. Selain memperkenalkan struktur kepengurusan periode 2026–2031, DPW PKB DIY juga memohon doa restu, dukungan, serta masukan dari para kiai dan pengurus PWNU agar kepengurusan yang baru dapat berjalan kompak, solid, dan istiqamah dalam mengabdi kepada umat serta masyarakat DIY. Tak hanya itu, DPW PKB DIY juga menargetkan kesuksesan elektoral pada Pemilu 2029 mendatang.

DPW PKB DIY saat ini dipimpin oleh Ketua DPW Umaruddin Masdar, bersama Ketua Dewan Syuro Ny. Hj. Ida Fatimah, Sekretaris Dewan Syuro KH. Rifqi Aziz Maksum, dan jajaran pengurus lainnya. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antara PWNU dan DPW PKB DIY, khususnya dalam agenda-agenda sosial, ekonomi kemasyarakatan, serta politik kebangsaan.

Rais Syuriah PWNU DIY, KH. Mas’ud Masduki, menyampaikan apresiasi dan kegembiraannya atas komposisi kepengurusan baru DPW PKB DIY. Menurut beliau, struktur yang baru menghadirkan semangat dan optimisme baru, sebagaimana harapan para kiai dan bu nyai di lingkungan NU.

Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, menegaskan pentingnya posisi NU sebagai pijakan moral dan spiritual perjuangan PKB.

“NU adalah rumah besar sekaligus orang tua kami. Karena itu, kami datang untuk meminta restu agar ke depan DPW PKB DIY dapat semakin baik dalam berkhidmat dan melayani umat, khususnya warga Nahdliyin,” ujar Umaruddin.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Syuro DPW PKB DIY, Ny. Hj. Ida Fatimah, menekankan pentingnya keterbukaan dan komunikasi yang berkelanjutan antara PKB dan NU.

“NU adalah rumah besar kita bersama. Sudah selayaknya kami terus mendengarkan berbagai perhatian dan masukan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Kami selalu menanti nasihat dan usulan demi pelayanan umat yang semakin baik,” ungkapnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal yang semakin mengokohkan hubungan historis dan ideologis antara NU dan PKB di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment