News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

KP2MI Teken Kerjasama Strategis Dengan Holding PTPN dan LPP Agro Nusantara

KP2MI Teken Kerjasama Strategis Dengan Holding PTPN dan LPP Agro Nusantara

WARTAJOGJA.ID - Di kalangan umum, pahlawan devisa melekat kuat bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Dana remitensi yang berputar dari penghasilan di luar negeri yang dibelanjakan di Indonesia menjadi pendongkrak perekonomian. Dibalik roda ekonomi yang berputar, berbagai isu yang menyertai PMI masih membayangi. Salah satu diantaranya adalah nilai tambah pekerja migran dari segi keterampilan dan kemampuan. 

Isu mengenai Pekerja Migran Indonesia yang unskilled selalu menjadi faktor yang membuat 

PMI dipandang sebelah mata. Secara statistik sendiri, penempatan PMI selama tahun 2025 terdapat 296.948 jumlah penempatan dengan negara terbesar di Taiwan. Dari jumlah tersebut, 63,94% PMI terkonsentrasi di lima jabatan yaitu House Maid, Caregiver, Plantation Worker, Worker, dan Domestic Worker. 

Jumlah ini menunjukkan posisi Indonesia di perpetaan negara-negara pengirim pekerja migran. Dari sisi jumlah, Indonesia bersaing dengan Filipina, Myanmar, India, Pakistan dan Bangladesh untuk posisi pekerjaan serupa. 

Namun, jika ditilik lebih dalam lagi, secara kualitas jumlah ini cukup bertolak belakang. Dibandingkan negara-negara tersebut, Indonesia kalah bersaing karena penempatan yang didominasi sektor berketerampilan rendah. 

Urgensi ini yang membuat peningkatan keterampilan calon PMI menjadi penting. Tidak hanya dari sisi penempatan, PMI sebagai tenaga terampil akan meningkatkan nilai remitensi yang artinya peningkatan perekonomian.

Dengan urgensi ini, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran (KP2MI/BP2MI) secara strategis menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga atau instansi untuk peningkatan keterampilan calon PMI. Salah satu lembaga yang dipilih adalah LPP Agro Nusantara untuk menjadi Migrant Training Centre. 

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Holding PTPN dan Perjanjian Kerja Sama dengan LPP Agro Nusantara pada 24 Januari 2026 mendatang. 

Dengan pengalaman sejak 1950 di bidang perkebunan, LPP Agro Nusantara memiliki rekam jejak prominen. Sebagai Corporate University PTPN Group, LPP Agro Nusantara juga bermitra dengan berbagai lembaga strategis seperti Direktorat Jenderal Perkebunan dan Badan Pengelola Dana Perkebunan. Kemitraan ini membuat LPP Agro Nusantara semakin menunjukkan perannya dalam bidang perkebunan maupun isu-isu strategis nasional. 

“Sebagai bagian dari grup BUMN, menjadi kebanggaan tersendiri bagi LPPAN dipercayai amanah ini.” Ujar Pranoto Hadi Raharjo, Direktur LPP Agro Nusantara. Bagi Pranoto, LPP Agro Nusantara memiliki tugas untuk turut berkontribusi dalam membangun kemajuan Indonesia di bidang Agroindustri. Berperan sebagai Migrant Training Centre ini bisa menjadi langkah strategis LPPAN dalam mewujudkan sumbangsih bagi negeri. 

Lebih lanjut Pranoto menerangkan bahwa melalui pelatihan dan sertifikasi yang sudah disiapkan LPPAN, diharapkan bisa menjadi bekal yang berguna bagi PMI di bidang agro. 

“Kurikulum bagi PMI sudah kami desain sesuai dengan kebutuhan, tidak hanya seputar keterampilan kerja. Kami juga sudah mendesain pelatihan yang bisa memberi gambaran kerja dan industri.” Pranoto juga menambahkan bahwa desain pelatihan dan sertifikasi juga bisa disesuaikan dengan karakteristik kerja negara penempatan. Menjadikan desain pembelajaran LPPAN unggul dan tepat sasaran. 

Sebagai anak perusahaan dari PTPN, Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) juga terlibat dalam skema kerja sama. Turut menandatangani nota kesepahaman, Holding PTPN memberikan tugas kepada LPP Agro Nusantara untuk mengoptimalkan fasilitas dan intellectual capital yang dimiliki untuk menyukseskan program kemitraan bersama KP2MI. 

“LPP Agro Nusantara sebagai corporate university PTPN group. Sehingga kerja sama ini tentu sesuai dengan apa yang sudah dikerjakan dan tentu adalah keahlian LPPAN. Harapannya, peran kami ini bisa memberikan dampak signifikan bagi peningkatan daya saing dan nilai kompetitif PMI.” tambah Direktur Utama Holding PTPN, Denaldy Mulino Mauna. 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment