News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

2026, Sido Muncul Bidik Laba Bersih Tumbuh 8 Persen

2026, Sido Muncul Bidik Laba Bersih Tumbuh 8 Persen

WARTAJOGJA.ID : PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk tengah membidik pertumbuhan laba bersih sebesar 8 persen pada tahun 2026 ini.

Target tersebut melampaui proyeksi kinerja tahun sebelumnya yang berada di kisaran pertumbuhan 5 persen untuk pendapatan dan laba.

Manajemen menilai peluang pertumbuhan tetap terbuka lebar, baik dari pasar domestik maupun ekspor.

Direktur Utama Sido Muncul, David Hidayat, menyampaikan perusahaan menyiapkan sejumlah strategi utama untuk mengejar target kinerja 2026.

Strategi itu meliputi peluncuran produk baru, penguatan efisiensi biaya operasional, serta peningkatan kontribusi penjualan ekspor.

“Kami menargetkan peningkatan pasar ekspor secara bertahap dengan membuka pasar baru di Afrika, Asia Tenggara, dan Timur Tengah pada 2026,” ujar David, Kamis (15/1/2026).

David menegaskan, kapasitas produksi Sido Muncul saat ini masih sangat memadai untuk mendukung ekspansi penjualan di seluruh lini usaha, termasuk memenuhi permintaan dari pasar internasional.

Perseroan melihat peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekspor seiring ekspansi ke berbagai kawasan baru.

Saat ini, ekspor baru menyumbang sekitar 10% terhadap total penjualan Sido Muncul.

Dengan strategi yang berjalan, perseroan optimistis mampu memperluas jangkauan produk jamu dan farmasi ke berbagai negara.

Meski agresif menggarap pasar luar negeri, Sido Muncul tetap memprioritaskan penguatan pasar domestik dalam jangka pendek.

Perusahaan menjalankan strategi ini melalui perluasan jaringan distribusi serta peluncuran inovasi dan varian produk baru.

“Fokus kami tetap pada penguatan pasar domestik melalui perluasan distribusi dan inovasi produk, sambil mendorong ekspansi ekspor ke negara-negara prioritas,” jelas David.

Kontribusi ekspor menjadi salah satu katalis utama yang diharapkan menopang target pertumbuhan kinerja Sido Muncul pada 2026, bersama inovasi produk dan efisiensi biaya.

Hingga Kuartal III-2025, Sido Muncul mencatat penjualan bersih sebesar Rp2,72 triliun, tumbuh 3,89% secara tahunan dibandingkan Rp2,62 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini ditopang peningkatan penjualan jamu herbal dan suplemen dari Rp1,54 triliun menjadi Rp1,60 triliun, serta segmen makanan dan minuman yang naik dari Rp986,04 miliar menjadi Rp1,02 triliun.

Sejalan dengan kinerja penjualan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tumbuh 5,19% menjadi Rp818,54 miliar, dari sebelumnya Rp778,11 miliar.

Sebelumnya, Sido Muncul juga memberikan klarifikasi terkait kabar rencana penjualan sebagian divestasi saham dari pengendali.

Corporate Secretary PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Budiyanto menegaskan bahwa perusahaan tidak menerima informasi maupun konfirmasi dari PT Hotel Candi Baru selaku pemegang saham pengendali terkait adanya rencana divestasi saham.

"Perseroan tidak memiliki informasi mengenai estimasi timeline proses divestasi," kata Budiyanto.

Budiyanto menyampaikan hingga saat ini tidak terdapat rencana aksi korporasi yang material dalam periode 12 bulan ke depan yang berkaitan dengan divestasi sebagian saham tersebut.

"Sehubungan dengan tidak adanya rencana divestasi yang diketahui oleh SIDO, maka tidak terdapat latar belakang atau pertimbangan yang dapat dijelaskan oleh perusahaan. Saat ini perseroan fokus pada peningkatan kinerja operasional dan kinerja keuangan," pungkasnya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment