"Melawan Erosi Nilai di Era Digital: Bakesbangpol Sleman Intensifkan Penanaman Wawasan Kebangsaan di 86 Kalurahan"
WARTAJOGJA.ID— Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman mengambil langkah proaktif untuk membentengi masyarakat dari pemudaran nilai-nilai nasionalisme di tengah derasnya arus informasi digital. Melalui kegiatan penanaman wawasan kebangsaan yang didanai APBD, Bakesbangpol kini menyasar 86 kalurahan di seluruh Kabupaten Sleman.
Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Sigit Herutomo, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah upaya strategis untuk memperkuat kembali semangat nasionalisme yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman.
"Kami melihat bahwa setiap zaman pasti memiliki sisi negatif dan positifnya sendiri; di masa lalu, sisi positifnya adalah negara sangat masif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, entah itu melalui penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), pelajaran Pendidikan Moral Pancasila dan Ideologi (PMPI), maupun melalui siaran-siaran media resmi," ujar Sigit Herutomo saat menjadi narasumber dalam konferensi pers di Kantor Bupati Sleman, 11 november 2025.
Namun, ia menilai kondisi kini telah berubah drastis dengan datangnya era digital. Sigit menjelaskan bahwa meskipun informasi yang berlimpah dari berbagai sumber di media sosial memperkaya wawasan, hal tersebut berdampak pada semakin memudarnya nilai-nilai kebangsaan di kalangan masyarakat.
"Sekarang ini situasi sudah agak memudar, sehingga kami merasa perlu melaksanakan kegiatan ini setidaknya untuk membuka wawasan kebangsaan bagi tokoh-tokoh masyarakat di 86 kelurahan agar mereka sadar betul bahwa bangsa Indonesia yang kita cintai ini perlu untuk dicintai, dipertahankan, dan dijaga," tegasnya, menyoroti pentingnya peran tokoh masyarakat sebagai pioneer di tingkat akar rumput.
Lebih lanjut, Sigit Herutomo mengajak masyarakat untuk memahami betapa pentingnya mencintai Indonesia, sebuah bangsa yang kaya akan sumber daya alam dan telah sejak lama menjadi incaran bangsa lain. Ia mengingatkan bahwa meskipun penjajahan fisik telah berakhir, upaya penguasaan terhadap bangsa Indonesia kini muncul dalam bentuk lain, seperti dominasi budaya dan produk asing.
"Salah satu contoh nyata dari upaya penguasaan dalam bentuk lain ini adalah ketika kita melihat begitu banyaknya anak muda yang menyukai kuliner luar negeri dibandingkan dengan produk lokal yang kita miliki, padahal kuliner lokal kita memiliki kekayaan dan potensi yang luar biasa," imbuhnya.
Bakesbangpol Sleman merencanakan program ini sebagai langkah awal yang akan dilanjutkan dengan serangkaian kurikulum tematik lainnya.
"Nanti setelah wawasan kebangsaan ini kami anggap merasuk dan dipahami dengan baik, kami sudah punya kurikulum lanjutan seperti program desa berkarakter Pancasila, kemudian ada pelatihan untuk kader bela negara, dan lain sebagainya yang akan kami implementasikan secara bertahap," tutupnya, memberikan gambaran roadmap penguatan ideologi Pancasila di Sleman.
Post a Comment