News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

ISI Yogyakarta Berdayakan UMKM Disabilitas Melalui Program Inovasi Seni dan Teknologi Grafir Kayu

ISI Yogyakarta Berdayakan UMKM Disabilitas Melalui Program Inovasi Seni dan Teknologi Grafir Kayu


WARTAJOGJA.ID : Tim pengabdian masyarakat dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar kegiatan sosialisasi Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 di Sanggar Kreatif Avta Mandiri, Prambanan, Sleman. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku UMKM disabilitas melalui pelatihan desain produk dan penerapan teknologi grafir kayu digital.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas disabilitas kreatif. Tim pengabdian ISI Yogyakarta terdiri atas Nandang Septian (Ketua, Desain Produk), Silvya Bintang Ayu Candradewi (Desain Produk), Amar Leina Chindany (Desain Komunikasi Visual), dan Amanda Amalia Faustine Gittawati (Desain Media). Tim ini juga didukung oleh mahasiswa pendamping, yakni Aditya Alwin Alwaysa, Raheesh Hafid Mahardika, dan Ayunda Regina A yang turut membantu proses pelatihan dan dokumentasi.

“Avta Mandiri memiliki potensi besar dalam bidang kerajinan kayu. Melalui program ini, kami ingin memperkuat kapasitas mereka agar mampu memproduksi sendiri tanpa bergantung pada pihak ketiga,” ujar Nandang Septian, ketua tim pelaksana.

Program yang dijalankan di bawah skema Inovasi Seni Nusantara (PISN) ini merupakan bagian dari dukungan Kemendikbudristek untuk mengembangkan industri kreatif berbasis inklusi dan keberlanjutan. Kegiatan juga melibatkan lintas disiplin desain di ISI Yogyakarta, termasuk pelatihan desain produk, branding, dan strategi pemasaran digital.

Dalam pelaksanaannya, peserta Avta Mandiri akan dibekali keterampilan perancangan desain, penggunaan perangkat lunak grafir, serta pengoperasian mesin grafir kayu digital. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi komunitas disabilitas. ISI Yogyakarta berharap Avta Mandiri dapat menjadi model pemberdayaan UMKM disabilitas di sektor kreatif nasional.

“Melalui seni dan desain, kita bisa menciptakan kemandirian yang nyata. Program ini adalah bukti bahwa inklusi dapat berjalan berdampingan dengan inovasi,” tambah Nandang.


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment