William Zee Moriarty: Dari Layar TikTok ke Tahta Juara, Dedikasikan Budaya Jogja di Era Digital
Remaja multitalenta ini buktikan bahwa Generasi Z bisa jadi garda depan pelestarian budaya dengan cara kekinian.
WARTAJOGJA.ID – Nama William Zee Moriarty yang kerap dipanggil Zee, anak yang duduk dikelas 5 SD NEGERI BANGUNJIWO kini semakin bersinar setelah berhasil menyandang gelar prestisius sebagai pemenang Miss Mister Cultural Junior Yogyakarta 2025.
Namun, di balik mahkotanya, tersimpan kisah seorang anak yang tidak hanya memiliki talenta di depan kamera, tetapi juga passion yang membara untuk melestarikan warisan budaya Kota Gudeg ke seluruh dunia dengan caranya yang unik dan kekinian.
Awal Mula Perjalanan: Bukan Sekadar Hobi
Perjalanan Zee di dunia modeling bisa dibilang cukup cepat dan penuh determinasi. Sebelum meramaikan kontes bergengsi tersebut, ia telah aktif mengikuti berbagai sesi shooting yang membantunya membangun kepercayaan diri dan memahami seni berekspresi di depan lensa.
Momentum besarnya terjadi pada bulan April 2025, ketika ia memutuskan untuk serius menjajaki diri ke dunia modeling secara profesional. Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan dan pengaruhnya.
Lebih Dari Sekadar Kontes: Misi Digitalisasi Budaya
Bagi banyak orang, kontes kecantikan dan ketampanan mungkin hanya tentang penampilan fisik. Namun, tidak bagi Zee. Alasan utamanya mengikuti Miss Mister Cultural Junior Yogyakarta 2025 jauh lebih mendalam: ia ingin menjadi Mister Cultural yang mampu mengenalkan kekayaan Yogyakarta kepada generasi muda melalui dunia digital.
Zee menyadari betapa pentingnya menjaga relevansi budaya di tengah gempuran tren global. Baginya, budaya Jawa dan khususnya Yogyakarta adalah identitas yang tidak boleh punah. "Saya melihat banyak anak muda yang mungkin mulai melupakan hal-hal tradisional. Saya ingin mengubah itu, menunjukkan bahwa budaya kita itu keren dan bisa diadaptasi dengan gaya hidup modern," ujarnya penuh semangat.
TikTok: Senjata Ampuh Memopulerkan Budaya
Misi digitalisasi budaya yang diusung Zee bukanlah sekadar wacana. Ia telah memiliki platform untuk mewujudkannya, yaitu akun TikTok @zeepazup. Di akun tersebut, Zee tidak hanya berbagi kesehariannya, tetapi juga secara kreatif menyelipkan konten-konten edukatif tentang budaya Yogyakarta.
Dari tutorial singkat memakai kain jarik dengan gaya kekinian, hingga menjelaskan makna filosofi di balik simbol-simbol budaya Jawa dengan bahasa yang mudah dicerna, semua disajikan dengan editing yang menarik dan engaging. Konten-konten inilah yang menjadi nilai lebihnya di mata publik, membuktikan bahwa ia tidak hanya tampan, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
Harapan ke Depan: Menjadi Inspirasi bagi Generasi Alpha
Dengan gelar yang sekarang melekat pada namanya, William Zee Moriarty bertekad untuk lebih gencar lagi dalam menjalankan misinya. Ia berencana untuk berkolaborasi dengan pelaku budaya, seniman lokal, dan platform digital lainnya untuk menciptakan konten yang lebih bermakna dan menjangkau audiens yang lebih luas.
"Kemenangan ini bukan akhir, tapi justru pintu pembuka untuk saya bisa lebih dikenal dan didengar. Saya ingin mengajak semua anak muda untuk bersama-sama mencintai dan melestarikan budaya kita sendiri, tentunya dengan cara yang seru dan tidak membosankan," tutupnya.
William Zee Moriarty adalah bukti nyata bahwa generasi muda bisa menjadi agen perubahan. Dengan kreativitas, teknologi, dan ketulusan hati, ia siap membawa budaya Yogyakarta go digital dan menginspirasi ribuan anak muda lainnya untuk melakukan hal yang sama.
#WilliamZeeMoriarty
#MissMisterCulturalJuniorYogyakarta2025.
Post a Comment