Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dorong Pengembangan Koperasi Pondok Pesantren
WARTAJOGJA.ID : Tingkatkan nilai tambah petani dalam pengentasan kemiskinan, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dorong Pengembangan Koperasi Pondok Pesantren
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) melalui Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Abdul Haris melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Bandung, Jawa Barat, Senin (25/8/2025).
Kemenko PM bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah melakukan peninjauan pada lahan pertanian yang dikelola oleh masyarakat desa sekitar Koperasi Al-Ittifaq. Komoditas yang dikelola meliputi sayur dan buah, seperti buah tin, selada, horenjo, jeruk, dan buah-sayur lainnya.
Deputi Haris mengapresiasi Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq yang telah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak, antara lain supermarket dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Saat kunjungan kerja, Koperasi Al-Ittifaq juga menjalin kerja sama baru dengan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan terkait penyediaan produksi susu pasteurisasi serta dengan Kamar Dagang Industri (KADIN) Kabupaten Bandung terkait penyediaan bahan baku 10 SPPG.
“Ucapan terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Direktur Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq beserta jajarannya yang telah mengembangkan koperasi dengan tata kelola yang baik sehingga menjadi model koperasi yang profesional dan transparan, mempunyai jaringan luas, serta mampu menyerap langsung hasil pertanian lokal dari petani.” ujar Deputi Haris di Aula Pondok Pesantren Al-Ittifaq.
Koperasi Al-Ittifaq mempekerjakan 53 pegawai dari masyarakat sekitar. Selain itu, koperasi ini memiliki anggota yang sebagian besarnya merupakan petani mitra, baik dari masyarakat sekitar maupun dari wilayah lain di Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Bandung Barat.
Jumlah petani sekitar yang dibina oleh Koperasi Al-Ittifaq sebanyak 932 petani. Adapun petani binaan yang rutin memasok bahan baku terdiri dari 270 petani.
Para petani ini menyumbang 95% pasokan utama sayur dan buah bagi Koperasi Al-Ittifaq. Nantinya, sayur dan buah yang dihasilkan oleh anggota koperasi ini disalurkan langsung kepada koperasi, SPPG, dan supermarket yang sudah bekerja sama.
Kehadiran Koperasi Al-Ittifaq sebagai lembaga ekonomi desa memberi dampak terhadap peningkatan nilai tukar bagi petani. Adanya kerja sama ini juga memperluas pemasaran dan kepastian akses pasar bagi petani secara langsung.
Deputi Haris berharap Koperasi Al-Ittifaq ini dapat menjadi best practice model pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan koperasi pesantren lainnya. Dengan begitu, koperasi dapat menjadi motor penggerak perekonomian lokal perdesaan.
“Pengelolaan Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq ini perlu direplikasi sebagai model pengembangan Koperasi Desa dan Koperasi Pesantren lainnya, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat terutama dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya lembaga ekonomi di desa dalam pengentasan kemiskinan,” ucap Deputi Haris.
Post a Comment