News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Peran Difabel Bertubuh Mini Dalam Karya Teater Menembus Batas: Kritikan Tajam Untuk Industri Hiburan

Peran Difabel Bertubuh Mini Dalam Karya Teater Menembus Batas: Kritikan Tajam Untuk Industri Hiburan

Seluruh peserta dan penonton teater Menembus Batas menari bersama sebagai acara penutup. (Foto: Hendro SB/Warta Jogja)

WARTAJOGJA.ID - Pendiri komunitas Unique Project Theater, Nanik Indarti sukses menyelenggarakan sebuah pertunjukan teater berjudul Menembus Batas. Karya tersebut juga merupakan dukungan dari Women's Fund Asia pada tahun 2023 yang mana adalah sebuah organisasi donor yang mendukung kerja-kerja feminis dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan kaum trans di Asia. 

Pada kesempatan ini, Nanik membawakan karya yang tentu saja ingin menyuarakan bahkan mengkritik dunia industri hiburan yang sering menempatkan teman-teman difabel bertubuh mini dengan stereotype tubuhnya. Ia juga menyebutkan bahwa industri melakukan peminggiran terhadap mereka (difabel tubuh mini). 

"Pertunjukan ini mengangkat kegelisahan teman-teman bertubuh mini, problematika tentang fit in/fitting untuk menjadi sesuai dengan cara pandang industri hiburan televisi seperti standar kostum all size yang kebesaran serta perilaku pelaku industri yang mengasihani, merendahkan dan bahkan mengeksploitasinya demi rating acara," tegas Nanik kepada Warta Jogja, Kamis (6/6/2024) lalu. 

Nanik yang juga mewakili keluh kesahnya teman-teman bertubuh mini itu menyatakan, pertunjukan Menembus Batas dinilai mewakili struggle teman-teman mini melalui audisi teater Menembus Batas untuk membuktikan kemampuan serta passion mereka di dunia seni dalam tatapan industri hiburan. 

"Saya harapkan semua yang terlibat dalam acara ini bisa memahami arti dari karya teater Menembus Batas itu sendiri," harap Nanik. 

Latar belakang dari konsep pertunjukan teater Menembus Batas kali ini dikemas dalam bentuk pertunjukan teater interaktif dalam kemasan audisi ajang pencarian bakat yang melibatkan penonton sebagai peserta audisi. Kemudian, karya ini melibatkan teman-teman bertubuh mini dan teman tuli yang menjadi aktor utama dalam pertunjukan tersebut. 

Acara ini merupakan kegiatan inklusivitas dengan menghadirkan Juru Bahasa Isyarat (JBI) serta Pembisik Teman Netra maupun pendamping untuk penonton difabel. Pertunjukan teater Menembus Batas diselenggarakan di IFI LIP Lembaga Institut Prancis Yogyakarta. 

Sekilas Profil Nanik Indarti 

Nanik Indarti adalah perempuan difabel Achondroplasia (bertubuh mini) yang berasal kota Yogyakarta dan seorang sarjana seni lulusan ISI Yogyakarta. Pada tahun 2018, Nanik menerima hibah perempuan dari Cipta Media Ekspresi, kemudian mendirikan komunitas seni yang berbasis difabel bernama Unique Project Theater. 

Pada tahun 2019, ia mendapatkan penghargaan dari Indonesia Development Forum (IDF) sebagai pemenang kategori pertunjukan seni budaya yang diselenggarakan oleh Bappenas RI dan Kedutaan Besar Australia. Di tahun 2023, Nanik menerima hibah dari program Dana Indonesiana dan Women's Fund Asia. 

Beberapa karya seni pertunjukannya antara lain, Keindahan Yang Tak Terbatas (2024), The Unlimited of Beauty (2023), Babad Wikara (2022), Kahanan (2019) dan Sepatu yang Sama: Kisah Jiwa dan Angka (2018). Selain itu, Nanik juga menerbitkan buku berjudul Aku Perempuan Unik (2018). Karya-karyanya semua itu mengutamakan isu-isu difabel dan inklusivitas dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat serta melawan diskriminasi untuk mengubah stigma terhadap penyandang difabel melalui media seni. (*) 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment