News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Catat, Hadeging Pakualaman ke-212 Siapkan 21 Rangkaian Acara Untuk Masyarakat

Catat, Hadeging Pakualaman ke-212 Siapkan 21 Rangkaian Acara Untuk Masyarakat


WARTAJOGJA.ID : Kadipaten Pakualaman menginjak usia ke-212 (Masehi) atau 218 (Jawa) di tahun 2024 ini. 

Semakin bertambahnya usia, putra pertama KGPAA Paku Alam X, BPH Kusumo Bimantoro berharap ikatan atau hubungan internal maupun eksternal Puro Pakualaman harus lebih harmonis lagi.

Hal ini disampaikannya pada Konferensi Pers terkait rangkaian peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-212 (Masehi)/218 (Jawa) di Puro Pakualaman, Senin (13/05). Ketua Panitia Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-212 (Masehi)/218 (Jawa) ini menuturkan, setiap tahunnya Kadipaten Pakualaman selalu melakukan evaluasi dan instropeksi agar bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya.

“Peringatan ulang tahun tentu menandai usia yang makin bertambah. Bertambah umur tentu bertambah pula tanggung jawab dan harus bertambah pula kebijaksanaan. Puro secara internal yang harus semakin harmonis, dan juga eksternal dengan meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat agar Puro Pakualaman menjadi institusi yang semakin dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.
BPH Kusumo Bimantoro pun mengungkapkan, Yogyakarta sebagai daerah istimewa memerlukan kegiatan-kegiatan positif berbudaya untuk menguatkan keistimewaan tersebut. Sesuai amanat yang tercantum dalam Undang-undang Keistimewaan Nomer 13 tahun 2012, Kadipaten Pakualaman juga wajib mengambil peran dan tanggung jawab dalam menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta.
“Wujud peran dan tanggung jawab terhadap budaya Yogyakarta ini melalui pemeliharaan, pendayagunaan, serta pengembangan dan penguatan nilai-nilai, norma, adat istiadat, dan tradisi luhur yang mengakar dalam masyarakat DIY. Dan sejalan dengan semangat Jogja untuk Semesta, teman Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-212 (Masehi)/218 (Jawa) ialah Karti Widyastuti Sampurnaning Bekti,” paparnya.
Tema Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-212 (Masehi)/218 (Jawa) ini menurut BPH Kusumo Bimantoro berarti, karya yang dilandasi ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan akan menyempurnakan bakti kepada negeri. Dengan berlandaskan tema ini, Kadipaten Pakualaman diharapkan juga dapat semakin berilmu pengetahuan dan bijaksana.
Sebagai informasi, BPH Kusumo Bimantoro mengatakan, berdirinya Pura Pakualaman ditandai dengan jumenengan Pangeran Notokusumo menjadi Pangeran Merdiko. Pangeran Notokusumo adalah Paku Alam I yang dinobatkan di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada Senin Pon 11 Jumadil akhir tahun alit 1749 tahun Jawa.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Sekretariatan dan Umum Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-212 (Masehi)/218 (Jawa), KRT Agus Anggono mengatakan, Kadipaten Pakualaman menyiapkan 21 acara untuk memeriahkan hari bersejarah berdirinya Kadipaten Pakualaman di tahun 2024 ini. Beberapa rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan ialah upacara adat, lomba-lomba, sayembara, khitanan massal, wayangan, hingga puncak peringatan atau resepsi.
“Upacara adat yang akan dilakukan adalah Bucalan, Wilujengan, dan Ziarah. Untuk lomba-lomba, ada Jemparingan, lomba cipta lelagon bocah, lomba literasi aksara jawa, dan masih banyak lagi. Rangkaian kegiatan untuk memperingati Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-212 (Masehi)/218 (Jawa) ini akan dimulai sejak 13 Mei 2024 hingga 23 Juni 2024. Sementara untuk resepsi dijadwalkan tanggal 22 Juni 2024,” imbuhnya. (Shav)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment