News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tim Dosen FTB UAJY Dapatkan Hak Atas Paten Sederhana

Tim Dosen FTB UAJY Dapatkan Hak Atas Paten Sederhana

Caption - Tim Dosen FTB UAJY Dapatkan Hak Atas Paten Sederhana. (Foto: Humas UAJY) 

WARTAJOGJA.ID - Empat dosen Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) yaitu Kianto Atmodjo, Boy Rahardjo Sidharta, Ines Septi, Arsiningtyas dan Stefani Santi Widhiastuti menerima hak paten sederhana dari penelitian dan pengamatan. Hak paten yang diterima berupa invensi dengan judul “Proses Produksi Sari Buah Berunuk (Crescentia cujete L)”.

 

Penelitian untuk invensi ini dilaksanakan kurang lebih empat tahun dan proses untuk mendapatkan hak paten ini menghabiskan waktu kurang lebih selama 16 bulan. Kurang dari dua tahun merupakan waktu yang terbilang singkat untuk mendapatkan hak paten.

 

Kianto Atmodjo menuturkan awalnya bersama tim mendapatkan informasi terkait dibukanya pendaftaran hak paten dari LLDIKTI Wilayah V. Melihat adanya kesempatan, Kianto bersama dengan tim mengikuti segala proses pembuatan hak paten, mulai dari mengikuti pelatihan cara pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI), pendampingan selama tiga hari, hingga menyempurnakan temuan-temuan yang ada.

 

Tepat pada tahun 2022, Kianto dan tim mulai mendaftarkan hak paten pada LLDIKTI dengan membuat tulisan sesuai dengan ketentuan KI, kemudian mengikuti proses seleksi hingga revisi akhirnya akhir tahun 2023 berhasil disetujui. 

 

Tidak banyak tantangan yang dihadapi saat mendaftarkan hak paten sederhana ini, namun masa penelitian malah memiliki tantangan yang cukup berat. Kesulitan untuk mencari buah berunuk menjadi tantangan terberat tim saat proses penelitian. Hasil yang memuaskan merupakan buah dari kerja keras Kianto dan tim.

 

Dibalik itu, ada juga pihak-pihak terkait seperti Kekayaan Intelektual (KI) UAJY, LLDIKTI Wilayah V dan pihak lainnya yang turut membantu proses pengajuan pada KI hingga berhasil diterimanya hak atas paten sederhana ini. Hasil dari proses produksi sari buah ini menghasilkan minuman sari buah berwarna hitam pekat.

 

“Orang ketika pertama kali melihat minuman ini pasti akan berpikir pahit karena warnanya yang hitam. Padahal kandungan di dalam sari buah ini cukup banyak, salah satunya melancarkan pencernaan,” ujar Kianto dalam keterangan resmi yang dihimpun Warta Jogja, Jumat (16/2/2024).

 

Tanpa bahan tambahan, hanya melalui proses produksi yang dilakukan berdasarkan prosedur yang dibuat oleh Kianto dan tim, buah berunuk yang awalnya pahit disulap menjadi minuman banyak khasiat tanpa rasa pahit.

 

Dengan diterimanya hak paten sederhana ini, Kianto merasa senang dan bersyukur. Pihaknya berharap semoga dosen lain bersama mahasiswa dapat melakukan penelitian kandungan yang ada pada sari buah berunuk. Kianto berpesan kepada seluruh dosen, sebelum melakukan penelitian bersama mahasiswa, ada baiknya mengecek pusat paten Indonesia terlebih dahulu, jika memungkinkan penelitian yang baik dan unik tersebut dipatenkan.

 

“Jangan biarkan penelitian kita, mengulang-ngulang saja. Coba dipatenkan dan ikuti prosesnya dengan sabar. Mewakili anggota yang lain, saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan khususnya Sentra KI UAJY,” pesan Kianto. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment