News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Buntut Tudingan Dinasti, Aliansi Warga di Yogya Polisikan Ade Armando

Buntut Tudingan Dinasti, Aliansi Warga di Yogya Polisikan Ade Armando


WARTAJOGJA.ID : Sejumlah elemen warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jogja Istimewa mendatangi kantor Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Rabu siang 6 Desember 2023.

Mereka melaporkan pegiat media sosial yang juga kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando yang menyinggung soal dinasti di Yogyakarta, yang menurutnya perlu dilawan oleh kelompok mahasiswa saat demonstrasi mengkritik dinasti Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 29 November lalu.

Mengenakan baju peranakan Jawa dengan blangkon, aliansi itu juga menggelar aksi unjuk rasa di halaman Polda DIY. 

Mereka berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Seperti Pemalni (Pedagang Kaki Lima Malioboro Ahmad Yani), Barisan Relawan Indonesia, Nasional Siber Indonesia, dan lainnya.

"Kami melaporkan Ade Armando terkait dugaan ujaran kebencian yang disebarkannya melalui media soaial," kata Koordinator Aliansi Masyarakat Jogja Istimewa, Prihadi

Bersama kuasa hukumnya, aliansi itu 
ingin menjerat Ade dengan menggunakan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terutama pasal 27 ayat 3 maupun Pasal 28 ayat 2. 

Laporan polisi itu diterima dengan surat bukti tanda terima bernomor LP/B/945/XII/2023/SPKT/Polda DI Yogyakarta tertanggal 6 Desember 2023 pukul 13.51 WIB.

"Ujaran kebencian Ade Armando yang kami laporkan tidak hanya soal Yogyakarta yang dituding dengan dinasti, tapi juga ujaran kebenciannya kepada Sultan (HB X- Gubernur DIY), " kata Prihadi. 

Dalam videonya yang telah dihapus, Ade Armando sempat menyinggung Sultan HB X yang menjadi gubernur bukan lewat pemilihan umum seperti daerah lain, tapi karena faktor keturunan.

"Kami bawa ini ke proses hukum karena kami tidak ingin peristiwa itu berulang terus,"

"Jadi ini musti ada efek jera supaya yang bersangkutan tidak hanya sekadar minta maaf, peristiwa semacam ini sudah sering dilakukan Ade Armando maupun partainya," imbuh dia.

Aliansi itu menyesalkan Ade Armando tak berpikir panjang sebelum menyinggung dinasti Yogyakarta.

"Yogyakarta ini dari awal sudah menjadi Daerah Istimewa karena sudah ada lebih dahulu dengan bentuk kerajaan, barubkemudian bergabung ke Indonesia setelah kemerdekaan, hal seperti ini kok diotak atik lagi dan buat kami tersinggung," kata dia.
 
Prihadi menuturkan, Yogyakarta pun juga menerapkan pemilu, namun sistem itu berlaku untuk kabupaten/kota dalam memilih bupati atau walikota. 

Slamet Santoso tokoh perwakilan dari organisasi Pemalni atau Pedagang Kaki Lima Malioboro Ahmad Yani menuturkan turut prihatin atas ucapan Ade Armando yang menyinggung dinasti di Yogyakarta.

"Selaku PKL (pedagang kaki lima) yang selama ini berjualan di kawasan Malioboro, kami sangat prihatin atas pernyataan Ade Armando yang membuat kami tidak nyaman karena harkat martabat Yogya disinggung seperti itu," kata dia.

Kuasa hukum Aliansi Masyarakat Jogja Istimewa Hilarius Ngaji Mero menuturkan pelaporan Ade Armando telah diterima kepolisian dan tinggal menunggu langkah selanjutnya dari Polda DIY.

"Kami sertakan barang bukti video, tangkapan layar percakapan whats app, dan juga akun X (twiter) pelaku," kata dia. (Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment