News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

FTI UII Soroti Game dan Judi Online : Batas Tipis Yang Harus di Waspadai

FTI UII Soroti Game dan Judi Online : Batas Tipis Yang Harus di Waspadai


WARTAJOGJA.ID: Program Studi Informatika, Program Magister 
Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar diskusi dengan awak media terkait Game dan Judi Online : Batas Tipis Yang Harus di Waspadai

Menghadirkan narasumber
Dr. Yudi Prayudi., M.Kom selaku Kepala Pusat Studi Forensika Digital (PUSFID) UII Yogyakarta.
 
Dr. Yudi Prayudi., M.Kom dalam paparannya menyatakan game online dan judi online, adalah dua fenomena yang sering di jumpai pada era siber. 

Keduanya tampaknya saling beririsan namun memiliki perbedaan esensial. Dalam dunia digital yang semakin pesat, pemahaman yang jelas tentang kedua konsep ini menjadi sangat penting untuk melindungi pemain, terutama generasi muda, dari potensi risiko keduanya. 

Dalam era digital saat ini, batasan antara game online dan judi online semakin kabur. Banyak aspek dari kedua kategori tersebut yang tumpang tindih, sehingga sulit bagi banyak orang untuk membedakan keduanya. 

"Namun, memahami perbedaannya sangatlah penting bagi kita sebagai tindakan preventif dari risiko dan dampak buruk kedua jenis aktivitas online tersebut," kata Yudi.

Game online dan judi online adalah dua kategori yang sering kali disamakan tetapi pada dasarnya berbeda dalam beberapa aspek fundamental. 

"Keduanya memang menggunakan platform online sebagai medium, tetapi tujuan, dampak, dan cara berinteraksi dengan pemain sangat berbeda antara game online dan judi online," kata dia.

Game online pada dasarnya dirancang untuk menghibur. Tujuan utamanya adalah kesenangan, mencapai prestasi, membangun strategi, atau sisi sosial dalam bentuk berinteraksi dengan pemain lain. 

Model bisnisnya pun beragam, mulai dari model free, kemudian free terbatas di mana pemain bisa bermain gratis namun memiliki opsi untuk membeli item atau fitur tambahan, hingga model berlangganan atau pembelian voucher. Hal yang menonjol dari game online adalah bahwa keberhasilan pemain lebih banyak bergantung pada keterampilan ketimbang keberuntungan. Di sisi lain, judi online memiliki tujuan utama untuk mendapatkan uang atau barang berharga. 

Meski terdapat elemen keterampilan, seperti dalam poker, namun keberuntungan tetap menjadi faktor dominan. Judi online juga sering dikaitkan dengan potensi kecanduan yang lebih tinggi dan risiko kehilangan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat

Lebih lanjut, Yudi mengatakan pembeda utama dari sebuah game dan judi adalah pada aspek keberuntungan. Banyak game online membutuhkan keterampilan dan strategi; bahkan beberapa membutuhkan kerja tim. 

"Judi online lebih sering mengandalkan faktor keberuntungan, meski ada juga yang membutuhkan strategi seperti poker. Namun, keberuntungan tetap menjadi faktor dominan dalam perjudian. Meskipun hal ini sangatlah tipis pembedanya, tetapi jika elemen keberuntungan lebih dominan maka besar kemungkinan itu adalah judi," terang Yudi.

Motivasi menjalankan permainan juga menjadi parameter awal untuk melakukan identifikasi apakah termasuk kedalam permainan atau judi online, Pertanyaan pertama yang harus diajukan adalah, "Apakah tujuan utama saya dalam menjalankan aktivitas online ini adalah mendapatkan uang atau barang berharga?" Jika jawabannya ya, besar kemungkinan itu adalah judi. 

Dalam game, hadiah biasanya diwujudkan berupa poin, prestasi, atau status level naik. Dalam judi, hadiahnya adalah uang atau sejenis barang berharga .

Selain aspek keberuntungan dan hadiah, berikut ini beberapa perbedaan lainnya antara game dan judi online dilihat dari berbagai aspek, diantaranya adalah:

Yudi menyoroti Game Online tujuan utamanya adalah hiburan. Pemain bermain untuk bersenang-senang, menghabiskan waktu, bersaing dengan teman atau pemain lain, atau mungkin untuk mencapai pencapaian tertentu dalam game.

"Sedangka. Judi Online tujuan utamanya adalah memenangkan uang atau sesuatu yang memiliki nilai moneter. Meskipun banyak orang berjudi untuk hiburan, namun dorongan utama di balik judi tetaplah aspek finansial," kata Yudi.

Dari perbedaan itu Yudi menarik analisa bahwa Game Online merupakan hasil dari permainan biasanya didasarkan pada keterampilan, strategi, atau kinerja pemain.

Sedangkan Judi Online hasil dari judi seringkali sebagian besar didasarkan pada keberuntungan, meskipun dalam beberapa permainan seperti poker, keterampilan juga memainkan peran.

Dari aspek Legalitas Game Online secara umum, game online legal di banyak negara selama mematuhi regulasi setempat, seperti rating usia.
Adapun Judi Online legalitasnya bervariasi dari satu yurisdiksi ke yurisdiksi dan sering kali lebih kompleks. Di beberapa negara, perjudian online dilarang atau diatur dengan ketat.

Kajian Dampak Sosial game Online Meski ada potensi negatif seperti kecanduan game, dampak sosialnya biasanya dianggap lebih ringan dibandingkan dengan judi online.
Sedangkan Judi Online: Dapat menimbulkan berbagai masalah serius, termasuk kecanduan, masalah keuangan, dan dampak pada kesejahteraan mental.

Game Online seringkali menawarkan interaksi sosial, baik melalui komunikasi dalam game atau komunitas di luar game. Lalu Judi Onlineeskipun ada elemen sosial, fokusnya biasanya lebih individualistik dan berorientasi pada mendapatkan keuntungan finansial.

Banyak game online memungkinkan pemain untuk membeli item virtual atau peningkatan melalui transaksi dalam aplikasi, tetapi pemain tidak dapat menukar kembali item ini menjadi uang nyata. Game online mungkin menawarkan pembelian dalam aplikasi untuk item kosmetik, power-ups, atau konten tambahan, tetapi ini tidak memberikan keuntungan finansial nyata bagi pemain.adapun Judi Online pemain menyetor uang nyata, bertaruh dengan uang tersebut, dan berharap memenangkan lebih banyak uang yang nantinya bisa ditarik. Judi online memungkinkan pengguna untuk memasang taruhan dengan uang nyata dan memiliki potensi untuk memenangkan lebih banyak uang atau hadiah berharga lainnya.
Beberapa game memiliki mata uang virtual yang dapat dibeli dengan uang nyata. Namun, jika mata uang virtual ini dapat ditukar kembali dengan uang nyata atau hadiah lainnya, aplikasi tersebut mungkin lebih mendekati kategori judi.

Game Online risiko utama adalah kecanduan bermain atau, dalam beberapa kasus, menghabiskan terlalu banyak uang untuk pembelian dalam aplikasi. Judi Online risikonya termasuk kecanduan judi, kehilangan sejumlah besar uang, dan potensi untuk terlibat dalam aktivitas ilegal atau tidak etis.

Di Indonesia, perjudian dalam bentuk apapun termasuk judi online, dilarang dan diatur oleh sejumlah peraturan perundang-undangan. Berikut adalah dasar hukum yang berkaitan dengan penanganan judi online di Indonesia:

1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP): Pasal 303 KUHP mengatur tentang perjudian dan memberikan sanksi bagi siapa saja yang mengorganisir atau terlibat dalam perjudian. Meskipun KUHP disusun sebelum era digital, pasal ini masih sering digunakan sebagai dasar hukum untuk menindak perjudian online.

2. Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE): UU No. 11 Tahun 2008  tentang Informasi dan Transaksi Elektronik menjadi landasan penting dalam menangani kejahatan di ruang digital, termasuk judi online. Dalam UU ITE, Pasal 27 ayat 2 adalah larangan untuk melakukan segala macam aktivitas berbasis sistem elektronik yang memuat unsur perjudian. Pasal 27 ayat (2) dari Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di Indonesia menyatakan sebagai berikut: "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian."

Pasal 27 Ayat 2 ini ini secara eksplisit mengatur tentang pelarangan distribusi, transmisi, atau membuat informasi dan dokumen elektronik yang berisi muatan perjudian dapat diakses. Dengan kata lain, siapa pun yang terlibat dalam mengoperasikan, terlibat atau bahkan mempromosikan situs judi online dapat dituntut berdasarkan pasal ini.

Salah satu tantangan terbesar dalam penegakan hukum terhadap judi online adalah isu jurisdiksi. Banyak platform judi online beroperasi di lintas negara, menghindari yurisdiksi di mana perjudian mungkin ilegal dengan berbasis di wilayah di mana perjudian diperbolehkan. 

Hal ini menciptakan hambatan dalam penegakan hukum, terutama jika negara tempat situs judi beroperasi tidak memiliki kerjasama hukum dengan negara yang ingin menindak. Kasus judi online memerlukan kerjasama lintas negara dan strategi penegakan hukum yang efektif. 

Namun, meskipun berbagai upaya dilakukan untuk menekan pertumbuhan judi online ilegal, kenyataannya masih banyak situs yang berhasil mengelabui hukum. Meski judi online kian populer, belum semua negara memperbolehkan operasionalnya. Di beberapa negara, judi online adalah aktivitas illegal termasuk Indonesia, dan bagi mereka yang terlibat bisa mendapatkan sanksi hukum. Penegakan hukum menjadi tantangan tersendiri. Seringkali, situs judi online beroperasi di yurisdiksi lain, menjadikannya sulit untuk dilacak dan dihentikan.  Selain itu, mereka juga menggunakan berbagai metode untuk menghindari deteksi, seperti penggunaan VPN dan mata uang kripto

Dari sekian banyak aspek, maka batas tipis dari game online dan judi online adalah pada adanya factor uang dalam kedua aktivitas online tersebut. Banyak game online saat ini memiliki mata uang virtual yang dapat dibeli dengan uang sungguhan. Sementara dalam banyak game, mata uang ini hanya digunakan untuk membeli item yang dapat dipilih oleh pengguna atau power ups. Dalam prakteknya ada situasi di mana mata uang atau item tersebut dapat ditukar dengan uang sungguhan di pasar pihak ketiga, hal inilah yang dianggap mendekati atau bahkan menyerupai aspek perjudian.

Beberapa game online menawarkan "loot boxes" di mana pemain membayar sejumlah uang (nyata atau virtual) untuk menerima kotak yang berisi item acak. Karena unsur keberuntungan dan potensi nilai ekonomi dari item yang diterima, banyak yang berpendapat bahwa mekanisme ini mirip dengan perjudian.

"Loot boxes" atau kotak hadiah dalam game online adalah fitur yang memungkinkan pemain untuk membeli atau mendapatkan kotak yang, ketika dibuka, memberikan item acak kepada pemain. Item-item ini bisa berupa kosmetik (seperti pakaian atau skin karakter), senjata, power-ups, atau konten lain yang mempengaruhi estetika atau gameplay. Karena pemain tidak tahu apa yang mereka akan terima dari "loot box", fitur ini sering kali dibandingkan dengan mesin slot atau perjudian. Pemain berharap mendapatkan item langka atau berharga, tetapi sering kali mendapatkan item yang kurang berharga. Keberadaan "Loot boxes" sebenarnya telah menjadi kontroversi dalam industri game. Banyak kritikus game berpendapat bahwa mekanisme ini memanfaatkan kecenderungan perjudian dan bisa membahayakan pemain rentan, terutama anak-anak. Dalam banyak game, pemain dapat membeli "loot boxes" dengan uang nyata. Hal ini dapat mendorong pemain untuk menghabiskan lebih banyak uang daripada yang mereka rencanakan, terutama jika mereka mengejar item tertentu. Meski "loot boxes" dapat menambah unsur kejutan dan kesenangan dalam game, pemain harus selalu sadar dan berhati-hati, khususnya jika ada opsi pembelian dengan uang nyata terkait dengan fitur ini.

Agar tidak menjadi korban judi online, edukasi masyarakat adalah kunci. Pendidikan tentang risiko dan bahaya judi online harus disebarkan secara luas. Beberapa poin yang perlu ditekankan antara lain adalah risiko kecanduan, potensi kerugian finansial, serta dampak psikologis dari kekalahan.

Selain itu, masyarakat perlu diberi pemahaman tentang cara mengidentifikasi situs judi online ilegal. Menggunakan teknologi, seperti filter web, dapat membantu mencegah akses ke situs situs ini. Selain itu, orangtua harus memastikan bahwa anak-anak mereka terlindungi dari konten judi online dengan mengawasi penggunaan internet mereka.

Kesadaran akan hukum dan konsekuensi dari berpartisipasi dalam judi online ilegal juga penting. Memahami bahwa keuntungan jangka pendek bisa menimbulkan kerugian jangka panjang dan konsekuensi hukum dapat mencegah banyak orang dari terlibat dalam aktivitas ini.

Hal lain yang dapat menjadi ukuran apakah benar sebuah game ataukah judi online adalah dilihat dari sumber aplikasi tersebut. Umumnya jika aplikasi diunduh dari toko aplikasi yang resmi dan terpercaya (seperti Google Play Store atau Apple App Store), ada kemungkinan besar bahwa aplikasi tersebut telah melewati beberapa tingkat pemeriksaan, artinya kalau katagori aplikasi tersebut adalah sebuah game, maka memang telah memenuhi semua aspek dari sebuah game dan terhindar dari unsur judi. Namun, ini bukan jaminan mutlak terbebasnya aplikasi tersebut dari unsur judi online.

Dalam dunia digital yang serba cepat ini, penting untuk membedakan antara murni bermain game untuk hiburan dan bertaruh dengan harapan mendapatkan keuntungan. Kedua aktivitas tersebut memiliki risiko dan konsekuensi yang berbeda. Game online dan judi online adalah dua dunia yang berbeda namun sering kali tumpang tindih. Meskipun keduanya menawarkan bentuk hiburan di dunia digital, risiko dan konsekuensinya sangat berbeda. Penting bagi kita untuk memahami perbedaan ini dan, yang lebih penting lagi, untuk bisa mendeteksi kapan sebuah platform game mulai memasukkan elemen judi. 

Dengan demikian, kita dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan melindungi diri serta orang disekitar kita potensi bahaya judi online. Edukasi, kesadaran diri, dan kontrol diri adalah kunci untuk menjauhkan dari bahaya judi online. 

Bagi orang tua, penting untuk memantau aktivitas game anak-anak anda. Pastikan mereka bermain game yang sesuai dengan usia mereka dan tidak terlibat dalam aktivitas yang memiliki unsur perjudian. Seiring dengan evolusi game online, banyak fitur yang mulai menyerupai unsur perjudian. Oleh karena itu, pemain harus selalu waspada dan memahami apa yang mereka ikuti. Pertimbangkan dengan cermat sebelum menginvestasikan waktu atau uang dalam game online. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment