News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kampus UJB Gelar FGD Bahas Solusi Mengurai Sampah Yogyakarta

Kampus UJB Gelar FGD Bahas Solusi Mengurai Sampah Yogyakarta


UJB Yogyakarta memfasilitasi kegiatan FGD dalam membahas persoalan sampah di kota Yogyakarta.

WARTAJOGJA.ID: Forum Group Discussion (FGD) yang membahas mengenai "Mengurai Sampah Yogyakarta" digelar di Ruang Multi Purpose Lantai 2 Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta, Kamis (10/7/2023). 

Terkait acara FGD, Rektor UJB Dr Risdiyanto mengatakan diskusi ini digelar mengingat Yogyakarta saat ini dalam kondisi darurat sampah. Dari kegiatan ini diharapkan ada solusi terkait penanganan masalah sampah yang bisa ditindaklanjuti bersama.

"Persoalan mengenai sampah perlu disikapi tidak hanya oleh pemerintah tapi juga masyarakat dan akademisi. Contohnya perlu dikurangi sampah plastik dimulai dari instansi," katanya.

Acara yang juga dalam rangka lustrum UJB ke-13 ini menghadirkan tiga narasumber yakni Aris Prasena (Kabid Sarpras Bappeda DIY), Tri Agung (aktivis WWF),  dan Dr Mochamad Syamsiro (akademisi UJB).

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Bappeda DIY, Aris Prasena yang menghadiri acara itu mengatakan bahwa pengelolaan sampah terbagi menjadi dua tempat yakni sisi hulu dan sisi hilir.

"Terkait dengan sisi hilir, itu sudah menjadi kewenangan tanggung jawabnya di Pemda DIY. Sedangkan untuk sisi hulunya, itu menjadi kewenangan tanggung jawab rekan-rekan di wilayah Kabupaten/Kota," kata Aris.

Aris, yang ditunjuk mewakili Sekda DIY dalam kesempatan diskusi tersebut menjelaskan, terkait dua hal itu utamanya hulu dan hilirnya perlu ditingkatkan dengan baik agar sinergitas pengelolaan sampah menjadi lebih baik secara mendasar, artinya sistematik dari hulu hingga ke hilirnya. 

"Artinya semua pihak memegang peran penting baik dari hulu hingga sampai ke hilirnya," jelas Aris. 

Pihaknya pun tak menampik bahwa persoalan sampah ini memang menjadi tugas bersama mulai dari masyarakat, pengelola kawasan di pemukiman serta pemerintah agar cepat selesai dan terus berkesinambungan. 

"Saya kira ini langkah utama yang akan kita lakukan ke depan, pemerintah harus gerak cepat," tuturnya. 

Disinggung soal pengadaan teknologi dalam menyelesaikan persoalan sampah, Aris mengaku jika tahun 2023 ini belum digunakan dan akan direalisasikan di tahun 2024 mendatang. Sebab, jika berbicara mengenai perubahan teknologi dalam hal ini menggunakan mesin, pengelola dan yang terkait juga diperlukan waktu dalam pengelolaannya. 

"Meski secara pengadaan sudah ada tapi memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Soal anggaran, kita sudah alokasikan untuk tahun 2024, jadi sudah kita siapkan," imbuhnya. 
 (Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment