News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

HUT RI Ke 78, Gereja Kristus Raja Baciro Gelar Dialog Kebangsaan

HUT RI Ke 78, Gereja Kristus Raja Baciro Gelar Dialog Kebangsaan


Gereja Kristus Raja Baciro (ist)

WARTAJOGJA.ID : Kebhinekaan dan keragaman adalah sebuah keniscayaan di negara kita tercinta, Indonesia. 

Hal ini sangat disadari oleh pengurus Gereja Kristus Raja Baciro bersama dengan seluruh umat. 

Berdasar kesadaran inilah pengurus gereja menangkap momen peringatan Kemerdekaan RI ke-78 dan HUT Gereja yang ke 60 dengan sebuah kegiatan Dialog Kebangsaan. Melalui kegiatan ini, ingin disegarkan kembali kesadaran akan fakta kebhinekaan yang ada di negri kit aini. 

"Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang cukup berkompeten, dari kegiatan Dialog Kebangsaan ini diharapkan menelorkan gagasan-gagasan konkret terkait dengan upaya untuk menjaga dan merawat pilar-pilar kebhinekaan," kata panitia kegiatan itu Suyanto didampingi IGN.Prayogo Sunaryo, Selasa (22/8).

Bersama Rm. Kolonel Joseph Marcellinus Bintoro, Pr seorang pastor anggota TNI Angkatan Udara, Bp. Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag., M.A., Rektor Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Bp. Brigjend TNI Rachmat Puji Susetyo, SIP., M.Si. yang akan memberikan gagasan sesuai dengan latar belakang masing-masing. 

Selain akan berbicara terkait dengan kebhinekaan, tentu para narasumber juga akan mengaitkannya dengan tahun electoral dan pesta demokrasi yang sebentar lagi akan dilaksanakan di negara ini. 

Moment pergantian kekuasaan selalu menghadirkan suasana dan adrenalin tersendiri, baik bagi para penggiat politik dan demokrasi, partai politik, politisi, dan juga bagi seluruh warga bangsa.

"Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 23 Agustus 2023, mulai pukul 19.30 WIB sampai selesai, bertempat di Panti Paroki Gereja Kristus Raja Baciro Yogyakarta," kata Sunaryo.

Dalam kegiatan ini diundang hadir semua elemen yang mewakili keberagaman dan kebhinekaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Akan hadir juga perwakilan dari semua agama dan kepercayaan yang ada di Yogyakarta. 

Momen dialog kebangsaan ini diharapkan juga menjadi ajang “srawung” dari semua elemen dan pada akhirnya dapat saling memahami, menerima, dan akhirnya membangun sinergi satu sama lain.

Dari kegiatan ini diharapkan mampu memberikan sumbang sih bagi kehidupan berbangsan dan bernegara, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sering dikatakan sebagai Indonesia mini. 

Di Yogyakarta ada hampir semua suku bangsa yang ada di Indonesia, bahkan ada juga cukup banyak ekspatriat yang ikut berdinamika bersama dengan Masyarakat. 

Kondisi ini harusnya justru menjadi kekuatan tersendiri untuk saling bersinergi memajukan bangsa ini, dan bukan malah menjadi bibit perpecahan. 

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa memang ada beberapa pihak yang menginginkan perpecahan terjadi di Tengah Masyarakat karena mereka mendapatkan keuntungan dari perpecahan itu. 

Gerakan-gerakan ke arah upaya memecah belah ini harus terus dicermati dan diangkat menjadi permasalahan bersama, sehingga bisa dihadapi bersama-sama pula dengan saling bergandeng tangan dan menyatukan kekuatan.

Hanya Masyarakat yang kuat dan Bersatu dengan penuh kesadaran yang mampu menangkal bibit-bibit perpecahan tersebut. 

Dan forum-forum dialog lintas iman, lintas kelompok, dan lintas budaya ini diharapkan mampu menumbuhkan saling keterbukan sehingga justru dapat membangun sinergi untuk membawa Indonesia semakin maju dan terus melaju. (Rls)
 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment