News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

SM Tower And Convention Jadi Kado Milad Ke-114 Suara Muhammadiyah

SM Tower And Convention Jadi Kado Milad Ke-114 Suara Muhammadiyah


WARTAJOGJA.ID : Tepat pada 6 Dzuhijjah 1444/ 24 Juni 2023 ini Suara Muhammadiyah resmi membentangkan layar untuk mengarungi dunia bisnis di sektor perhotelan dan pariwisata. 

Suara Muhammadiyah sendiri bermula dari  usaha penerbitan majalah yang dirintis Kiai Dahlan pada tahun 1915 yang sampai  hari ini masih terus terbit secara rutin.  

Peresmian operasional SM Tower and Convention ini merupakan perwujudan  dari impian lama, yang dua hari menjelang Milad Muhammadiyah ke-114 menjadi kenyataan.

Pada tahun 2018, Suara Muhammadiyah berhasil menghadirkan Grha Suara Muhammadiyah, gedung 5 lantai yang menjadi pusat gravitasi seluruh unit bisnis yang dikelola oleh Suara Muhammadiyah yang kemudian membentuk syarikat usaha bernama PT Syarikat Cahaya Media (PT SCM). 

Satu Perseroan yang seluruh sahamnya berada dibawah kendali Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Keberhasilan tahun 2018 ini memicu Suara Muhammadiyah untuk merambah bisnis baru. 

Yakni di sektor Perhotelan dan Pariwisata yang langkah pertamanya berupa pembangunan “SM Tower and Convention” yang dijadikan sebagai kado milad Muhammadiyah ke-114 sekaligus kenang-kenangan pada peringatan hari lahir Suara Muhammadiyah ke 108.

Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/ Suara Muhammmadiyah, Deni Asy’ari, MA Datok Marajo menyebut kalau usaha untuk  menghadirkan “SM Tower and Convention”ini harus melalui jalan yang tidak mudah. Banyak tantangan sekaligus pergumulan panjang.
“Impian ini bisa terwujud berkat kerja keras, kolaborasi, dan ketulusan bersama”. Tegasnya.

Deni menyebutkan bahwa spirit pembangunan SM Tower adalah semangat ideologis. Bukan semangat pragmatisme bisnis. Ini dilakukan dalam rangka membangun kekuatan umat dan jamaah. Memang orientasi dari kehadiran SM Tower sebagai inovasi terbarukan untuk membangun ekosistem sebagai koridor dakwah nyata Muhammadiyah yang bergerak di bidang ekonomi.
 
“SM Tower tidak semata-mata orientasinya pragmatisme bisnis. Tetapi SM Tower memiliki orientasi ideologis ingin membangun jaringan sebagai kekuatan jamaah dan umat. Nantinya kita bisa membangun sebuah ekosistem baru di dalam ekonomi. Di mana peredaran dan perputaran uang ada di ummat. Itulah semangat ideologisnya.” Tambah Deni Asy’ari.

SM Tower sendiri ingin mempunyai diferensiasi dari hotel-hotel yang sudah ada dengan brand Living Muslim Hotel. Maksud dari Living Muslim bukan hanya orang Islam yang bisa menginap di SM Tower, melainkan lebih kepada core values (nilai-nilai) kehidupan muslim yang dijalankan di SM Tower.

“Prinsipnya Living Muslim bukan eksklusif untuk orang Islam, tetapi SM Tower memberikan core values (nilai). Ketika orang menginap di sini bukan sekadar tidur, tetapi mendapat inspirasi, mendapat nilai-nilai baru, dan semangat baru,” ungkap Deni.

SM Tower juga merupakan manifestasi dari kemandirian. Saat ini banyak bisnis dijalankan, tetapi manajemennya dikelola oleh orang lain. Berbeda dengan SM Tower, keseluruhannya dikelola mandiri oleh SM. Itulah disimilaritas bisnis yang dijalankan oleh SM dengan bisnis-bisnis yang selama ini dijalankan oleh pihak lain. 

“Percuma rasanya kalau kita bangun bisnis ini, akan tetapi dikelola oleh orang lain. Percuma, sama saja kita memberikan fasilitas ke orang lain. Kita tidak berhenti kolaborasi, tetapi kita tidak mau berkolaborasi sama orang-orang yang tidak punya modal. Maka kita betul-betul fokus untuk bisnis secara mandiri, sehingga manajemen operasionalnya kita mandiri 100 persen,” ucapnya.

SM Tower memiliki tinggi delapan lantai bertempat di kawasan strategis KH Ahmad Dahlan No 107 dengan fasilitas lengkap berjumlah 60 kamar dengan 3 tipe kamar yaitu business room, deluxe room, dan suite room. SM Tower dapat melayani sebanyak 280 orang yang setiap kamarnya setara dengan hotel bintang 4. Dan setiap kamar dihiasi dengan pernak-pernik unik terbitan Suara Muhammadiyah tempo lalu. Selain itu, pada setiap kamar disediakan majalah dan buku yang bisa dibaca oleh pengunjung. Untuk majalah bisa dibawa pulang, namun buku hanya bisa dibaca saat menginap saja.

SM Tower memiliki ruangan ballroom bernama SMTORIUM yang menampung audiens sebanyak 300 orang yang dilengkapi dengan  fasilitas videotron LED display/LCD projector, standart sound system, dan internet access. Ada pula 3 meeting room yang diberinama para tokoh-tokoh Muhammadiyah dan Majalah Suara Muhammadiyah. Antara lain Darwis, H Fachrodin, dan Buya A Syafii Maarif. Ketiga meeting room ini berkapasitas mulai 20 sampai 100 orang.

Selain itu, SM Tower memiliki ruang Kemadjoean Resto. Yakni ruang khusus bagi pengunjung untuk menyantap hidangan khas dari para koki-koki professional. Di lantai 8 terdapat rofftop serta SoewaraMoe Café & Longue di mana pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan kota Yogyakarta. 

Fasilitas lain yang diimilki SM Tower adalah SM Garden (taman terbuka) di lantai 4 serta area parkir dan basement yang dapat menampung sekitar 50 mobil.

Selain tempat penginapan, SM Tower sebagai tempat pertemuan dengan harga mulai 180.000/pax. Sedangkan harga kamar untuk menginap, tersedia mulai dari harga 500.000. Khusus warga Persyarikatan akan ada diskon 10% ber-KTA dan lebih khususnya lagi bagi pelanggan Majalah Suara Muhammadiyah ada tambahan spesial rate. Insyaallah mulai tanggal 25 Juni 2023 SM Tower sudah terbuka untuk umum. Adapun cara booking SM Tower dapat melalui nomor 081-227-20-9393.

Dalam acara Soft Opening yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, Manajemen SM Tower telaj menenken MOU dengan 27 Lembaga yang siap bekerja sama. 27 lemnaga itu adayang dari keluraga besar Muhammadiyah  Seperti Univeritas Muhamadiyah, Rumah Sakit PKU, maupun dari Lembaga non Muhammadiyah.
 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment