News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Rilis Single Cintamu Bukan Untukku, Ini Cerita Dyani Dee  

Rilis Single Cintamu Bukan Untukku, Ini Cerita Dyani Dee  


Dyani Dee rilis single Cintamu Bukan Untukku Sabtu (5/3)

WARTAJOGJA.ID : Single pertama Dyani Dee bersama Omah Watu Art (Production) kali ini ditulis oleh komposer Louise Mercy Eunice dan diaransemen oleh Kelana Halim.
 
Yogyakarta – Dyani Dee atau akrab disapa Dyani kembali membawakan lagu bernuansa patah hati, sejak hiatusnya dari industri musik satu dekade yang lalu. Berangkat dari ajakan dari komposer Louise Mercy Eunice (Mercy), Dyani pun langsung mengiyakan untuk berproses bersama, mengerjakan lagu tersebut. 
 
Lagu “Cintamu Bukan Untukku” menjadi single perdana Dyani bersama production house Omah Watu Art Yogyakarta. Berangkat dari kisah nyata Mercy, lagu ini menceritakan kisah cinta yang tidak memungkinkan di antara dua sejoli. 

Karya ini juga merupakan hasil kontemplasi sang komposer selama masa pandemi dalam menjawab, “Bagaimana kalau cinta datang karena terbiasa, namun tak bisa memiliki?”
   
“Aku ingin lagu ini menjadi anthem sederhana bagi para insan yang pernah mengalami kuldesak, antara untuk tetap mencinta atau berhenti. 

Tapi tentunya dengan komposisi yang mewakili kisah yang kubawa,” ungkap Mercy pada acara konferensi pers peluncuran single “Cintamu Bukan Untukku” di Djiwa Coffee, The Ratan, pada Sabtu (05/03) sore. 
 
“Cintamu Bukan Untukku” menjadi sebuah pengingat bahwa tidak semua yang pernah, masih dan akan ada, sepenuhnya akan tetap tinggal menjadi tempat pulang pagi setiap manusia. 
 
Sementara itu, secara aransemen dan sound design, Kelana Halim mengungkapkan lagu ini sangat dipengaruhi oleh lirik dan juga progresi chord dasarnya. Rasa yang ingin ditimbulkan adalah keputusasaan, kesedihan dan kesepian. Nuansa lagu juga dibuat sepi dan menggaung seakan seseorang berada sendirian di dalam ruangan hampa yang besar. 
 
Selain itu, terdapat unsur etnis dengan masuknya alat musik tradisional gamelan untuk memberi nuansa etnis yang bisa membaur dengan lagu ini. “Chorus terakhir dibuat lebih menggelegar untuk menambahkan klimaks sebelum musiknya padam dan kembali menjadi sepi, sesuai dengan kalimat terakhir dalam liriknya “kutahu kau takkan milikku," ungkap Kelana. 
 
Pengerjaan lagu ini direkam di Studio Kelana, Bintaro, dan dibalut oleh sentuhan mixing dari sang arranger, Kelana Halim. (Fan/Yan)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment