News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Isra Miraj, Yogya Tak Disekat Tapi Wisatawan Tak Bisa Bebas Masuk Destinasi

Isra Miraj, Yogya Tak Disekat Tapi Wisatawan Tak Bisa Bebas Masuk Destinasi



WARTAJOGJA.ID:  Wisatawan yang ingin berakhir pekan di Yogyakarta saat libur akhir pekan yang bertepatan dengan perayaan Isra Miraj ini, tak akan menemui kebijakan penyekatan di perbatasan.

Pemerintah DI Yogyakarta memastikan kebijakan penyekatan perbatasan kali ini tidak ada meski kasus Covid-19 naik belakangan ini.

"Kita tidak mungkin menolak orang mau datang ke Yogyakarta, tapi yang bisa menolak destinasi wisata, ketika kapasitasnya sudah memenuhi kuota yang diatur," kata Sekretaris DIY Kadarmanta Baskara Aji Jumat 25 Februari 2022.

Wisatawan pun wajib tahu, seluruh wilayah Yogyakarta kini menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3. Artinya untuk sektor wisata, kunjungan ke destinasi maksimal hanya bisa menerima 25 persen dari kapasitas normalnya.

"Makanya yang kami lakukan saat ini memperketat pengawasan di semua tempat wisata juga ruang publik, agar mereka patuh protokol kesehatan dan memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi sesuai ketentuan," ujar Aji.

Aji tak memungkiri, long weekend ini diperkirakan berdampak pada lonjakan wisatawan. Terlebih saat Isra Miraj masa libur tak hanya dimulai Sabtu hingga Minggu, tapi juga sampai Senin, atau 26-28 Februari.

Pemda DIY, lanjut Aji, juga melarang para aparatur sipil negara (ASN) untuk mengambil cuti yang berhimpitan dengan hari libur. Dengan tujuan para abdi negara itu tetap berada di rumah saat libur.

"Kami tidak perbolehkan ASN  mengambil cuti dekat dengan libur panjang itu. Misalnya ambil cuti saat tanggal 1 Maret yang berdekatan dengan 28 Februari," kata dia.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menghimbau wisatawan yang hendak berlibur ke Yogyakarta akhir pekan ini juga melengkapi persyaratan. 
 
"Kami tidak membatasi mobilitas libur akhir pekan ini, yang penting semua syarat perjalanan masa PPKM Level 3 ini dipenuhi," kata Heroe yang juga Wakil Walikota Yogyakarta itu.

Heroe menuturkan, posisi Yogyakarta tengah waspada dalam menghadapi gempuran varian Omicron ini.

"Sebab tingkat penularannya jauh lebih cepat, di Kota Yogyakarta 10 kali lebih tinggi penularannya," kata dia.

Heroe mewanti-wanti, meskipun Omicron disebut tidak berbahaya namun itu hanya bagi mereka yang sehat atau imunnya bagus.

"Untuk kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak dan warga dengan penyakit bawaan itu yang harus dijaga," ujar dia. (Dho/Ian)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment