News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Merawat dan Membangun Jejak Digital Positif

Merawat dan Membangun Jejak Digital Positif




BREBES: Membuat jejak digital yang positif menjadi kewajiban setiap pengguna. Apalagi, jejak digital tak mudah untuk dihapus.

"Ingatlah akan keberadaan orang lain di dunia maya, taatlah kepada standar perilaku online yang sama dengan yang kita jalani dalam kehidupan nyata," kata Suwoko, pemred Betanews.id saat menjadi pembicara webinar literasi digital bertema "Kenali dan Pahami: Rekam Jejak di Ruang Digital" yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Senin (15/11/2021).

Dalam webinar yang diikuti 200 lebih peserta itu, Suwoko mengajak pengguna digital tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan para pengguna internet lainnya.

"Gunakan ruang digital untuk membentuk citra diri yang positif, menghormati privasi orang lain, memberi saran atau komentar yang baik," kata dia.

Suwoko mengatakan perlunya pengguna menghormati waktu dan bandwidth orang lain dan membiasakan diri mengakses hal yang baik dan bersifat tidak dilarang.

"Jangan melakukan seruan atau ajakan yang sifatnya tidak baik" katanya.

Suwoko mengatakan untuk merawat jejak digital bisa dilakulan dengan mencari tahu jejak digital dirimu di mesin pencari. Lalu atur privasi diperingkat dan akun media sosial, periksa cookies di perangkatmu.

"Jika ada situs yang tak dikenal, segera blok, gunakan kombinasi yang kuat untuk sandimu dan gunakan akun dan email yang berbeda untuk berbagai keperluan," katanya.

Suwoko mengatakan perlunya menggunakan two factor authentication untuk semua akun. 

Narasumber lain webinar itu, dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta Aminah Swarnawati mengatakan pentingnya etika digital karena ada rekam jejak digital.

Perkembangan interaksi di ruang digital mengharuskan setiap individu menerapkan etika dan norma. Seperti halnya di kehidupan nyata. Survei Microsoft mengungkap netizen Indonesia sebagai yang paling tidak sopan se-asia Pasifik nilai buruk disebabkan maraknya berita dan penipuan ujaran kebencian dan diskriminasi.

"Hoaks berkembang di Indonesia karena banyak pengguna anonim, literasi digital masyarakatnya rendah, mudah tersulut emosi, orang kurang berpikir kritis. Jadi pahami etika dalam interaksi agar bisa menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif," katanya.

Aminah mengatakan menciptakan rekam jejak positif dengan memeriksa dan hapus jejak digital yang kurang baik.

"Sebelum menulis pikirkan matang. Posting yang penting bukan yang penting posting, saring sebelum sharing dan pertimbangkan dengan benar ketika akan memberikan data pribadi," katanya.

Webinar itu juga menghadirkan narasumber cofounder Pena Enterprise Ismita Saputri, dosen Universitas Serang Raya Ahmad Sururi, serta dimoderatori Zacky Ahmad dan Putri Sabrina sebagai key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment