News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Perlu, Kecakapan Menggunakan Aplikasi untuk Membuat Konten-konten Kreatif

Perlu, Kecakapan Menggunakan Aplikasi untuk Membuat Konten-konten Kreatif

 


Pemalang – Kemajuan teknologi yang sangat pesat mengubah secara radikal tidak hanya struktur politik, ekonomi dan bisnis, tetapi juga dari sektor pendidikan hingga kehidupan masyarakat sehari-hari. 

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret, Muhammad Yunus Anis mengatakan, perlu ada strategi literasi tenaga didik dan anak didik berbasis digital di era kemajuan teknologi saat ini. Yunus mengungkapkan adanya fenomena disrupsi dan terjadinya pandemi Covid-19 yang membuat literasi digital menjadi kian penting dan mendesak untuk segera dilakukan. 

Yunus menyebut, literasi digital juga diperlukan untuk mengenalkan budaya daerah dan mempromosikan pertunjukan pentas budaya daerah. Literasi digital juga bisa memacu semangat jika budaya daerah berkembang, maka budaya nasional secara komulatif juga akan berkembang. 

”Dengan literasi digital, berarti ada peluang untuk mengenalkan budaya daerah ke kancah nasional dan internasional,” kata Yunus saat berbicara dalam webinar literasi digital bertema ”Literasi bagi Tenaga Didik dan Anak Didik di Era Digital” yang digelar oleh Kementerian Kominfo untuk warga Kabupaten Pemalang, Selasa (24/8/2021).

Yunus menambahkan, strategi penguatan literasi di era digital dan era disrupsi bisa mencakup berbagai hal. Di antaranya dengan memperkuat pemahaman tentang literasi digital. Lalu, mengimplementasikan semangat ketahanan budaya Indonesia di tengah derasnya arus globalisasi dalam kurikulum literasi digital, yakni mencintai produk-produk Indonesia. 

”Strategi lain adalah memperkuat nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di ruang digital untuk memperteguh ketahanan budaya. Kemudian menciptakan ruang digital yang sehat, kritis, aman, dan gotong royong. Di samping itu, melakukan penguatan dengan menciptakan ruang digital yang kreatif, inovatif, dan Pancasilais,” tuturnya. 

Narasumber lain, dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Andalas, Roni Ekha Putra mengatakan, salah satu kompetensi yang relevan dan perlu mendapatkan penekanan pada masa pandemi Covid-19 adalah kompetensi untuk mengakses, menganalisis, dan mensintesa informasi. 

Ia menyebut, kompetensi ini sangat diperlukan mengingat pada masa pandemi ini masyarakat dilarang berkerumun dalam beraktivitas. ”Aktivitas harus dilakukan secara (dunia) maya dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk kegiatan belajar mengajar,” kata dia. 

Itu sebabnya, pengguna digital juga harus memiliki kemampuan menciptakan konten digital. Lalu, kemampuan menjamin perlindungan terhadap gawai, data dan kerahasiaan. ”Selain itu juga harus mampu menjamin kesehatan dan lingkungan proses belajar,” ujarnya. 

Sedangkan untuk peserta didik maupun tenaga pendidik, perlu pula memiliki kecakapan digital. Yakni kecakapan dalam menggunakan aplikasi yang mendukung pembelajaran, baik secara sinkronous maupun asinkronous. 

”Kecakapan ini dibutuhkan oleh guru, dosen, mahasiswa, pelajar dalam proses pembelajaran, serta kemahiran dalam mengoperasikan learning management system (LMS),” ucap Roni. 

Selain itu, kecakapan menggunakan aplikasi untuk membuat konten-konten kreatif. ”Kecakapan ini berupa kemampuan yang perlu dimiliki oleh pelajar atau pendidik, sehingga mampu menampilkan konten yang mendidik, menyejukkan dan menyerukan kedamaian,” tandas Roni. 

Roni menambahkan, digital skill menjadi suatu hal yang mesti dimiliki oleh semua xivitas apakah siswa atau guru, sehingga tercipta sinkronisasi dalam proses belajar mengajar. Diskusi virtual yang dipandu oleh moderator Herry Perdana itu, juga menghadirkan narasumber Muhammad Mustafid (Ketua LPPM UNU Yogyakarta) dan Anang Masduki (dosen Ilmu Komunikasi UAD), serta Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah 2018 Rosaliana Intan Pitaloka selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment