News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pemanfaatan Teknologi untuk UMKM Perlu Dukungan Berbagai Pihak

Pemanfaatan Teknologi untuk UMKM Perlu Dukungan Berbagai Pihak





Purbalingga - Produk UMKM merupakan salah satu pasar potensial ekonomi digital. Dalam UMKM, dibutuhkan produk kreatif dan juga pemasaran kreatif. Ada sekitar 64 juta populasi UMKM di Indonesia, baru 13 persen yang telah terhubung ke ekosistem digital. 

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Operasional Jaringan Kerja Film Banyumas Raya (JKFB), Bowo Leksono, dalam webinar literasi digital dengan tema “Peluang dan Tantangan Digitalisasi UMKM di Masa Pandemi Covid-19” yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo bagi warga Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada 22 Juli 2021.

“Kabupaten Purbalingga yang berpenduduk 1 juta jiwa lebih, berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2019 (BPS) ada sekitar 95 ribu pelaku UMKM,” kata dia. 

Bowo mengatakan dari jumlah tersebut, baru sekitar 15 persen yang melek internet dalam pengelolaan bisnisnya. Ini diketahui berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga.

“Pandemi menjadi tantangan sekaligus kesempatan pelaku UMKM melakukan digitalisasi pemasaran. Kemajuan UMKM bergantung pada pemanfaatan teknologi dan peningkatan kualitas SDM,” tuturnya. 

Menurutnya, pelaku UMKM penting melakukan jejaring dengan sesama pelaku UMKM sejenis. Namun diakuinya ada berbagai tantangan yang dihadapi. Misalnya berupa penguasaan teknologi, kemudian belum meratanya akses internet. 

“Tantangan selanjutnya masih minimnya informasi pembayaran digital. Termasuk juga mahalnya ongkos logistik,” ujarnya. 

Bowo mengatakan, dalam pemasaran dengan pemanfaatan digital bisa berupa pembuatan konten kreatif dalam bentuk foto dengan caption, desain grafis, maupun video. Mereka yang bisa membuat konten kreatif bisa dari kalangan pelaku UMKM, lalu pelaku konten kreatif kalangan anak-anak muda, bisa juga pemuda desa atau Karangtaruna.

“Pembuat konten kreatif juga perlu mendapatkan pembekalan, dengan difasilitasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan swasta,” tuturnya. 

Narasumber lainnya, Ketua LPPM UNU Yogyakarta, Muhammad Mustafid mengatakan dalam pemanfaatkan media digital untuk kemajuan UMKM diperlukan adanya digital skills atau kemampuan kecakapan digital. 

Digital skills merupakan kemampuan untuk menggunakan perangkat digital, aplikasi komunikasi, dan jaringan untuk mengakses dan mengelola informasi. Dengan kemampuan ini, memungkinkan orang untuk membuat dan berbagi konten digital. 

“Kemudian juga mampu berkomunikasi dan berkolaborasi, memecahkan masalah untuk pemenuhan diri yang efektif dan kreatif dalam kehidupan, pembelajaran, pekerjaan, dan kegiatan sosial pada umumnya,” ucapnya. 

Dalam pengembangan UMKM melalui media digital juga perlu penguasaan digital marketing, berupa SMS atau instant messaging, marketing, E-mail marketing, search engine marketing, social media marketing, maupun content marketing. 

Dipandu moderator Juliet Georgiana, webinar kali ini juga menghadirkan narasumber Heru Tri Cahyono (Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa Kabupaten Banyumas), Ali Rohmat (Dosen STAI Husain), dan Fashionpreneur Anunk Aqeela, selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment