News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Jangan Hanya Baca Judul, Konten Lebih Penting

Jangan Hanya Baca Judul, Konten Lebih Penting




Pemalang –  Salah satu dampak buruk dari filter bubble adalah  terbentuknya pribadi ignorant sehingga hanya terjebak dalam satu sudut pandang saja. Mestinya warga digital yang baik ketika mendapati tulisan atau artikel, misalnya, tidak hanya membaca judulnya saja tetapi melupakan konten yang sebenarnya lebih penting.

“Pada awal tahun 2020, Microsoft mengeluarkan hasil riset yang menyatakan bahwa warganet Indonesia merupakan pengguna internet paling tidak sopan se-Asia Tenggara,” ujar Muhammad Adnan, CEO Viewture Creative Solution, saat menjadi narasumber webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk masyarakat Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (23/7/2021).

Menurut dia, konten dibuat akan mampu menarik warga digital, begitu melihat setidaknya mereka bisa lupa tidak berkomentar negatif.  Sedangkan untuk membuat konten menarik butuh tips dan trik.

“Tips dan trik membuat konten menarik diawali dari mengenali produk atau atau branding. Sebelumnya juga melakukan riset. Sinergi antara karakter dan hasil riset kemudian kemasannya dikreasi dan dimodifikasi,” kata dia pada webinar yang kali ini mengusung tema ”Bijak Berkomentar di Ruang Digital”.

Ada satu hal yang tak kalah penting. Untuk menambah nilai dari suatu konten kreasi dan modifikasi juga sangat diperlukan, termasuk kemasannya seperti apa. Kemasan ini dapat berupa caption, foto, video, maupun grafis yang mendukung konten tersebut menjadi lebih beda dibandingkan dengan konten lain yang ada di timeline media sosial.

Narasumber lainnya, Dinda Citra Azalia (Social Media Analyst) menyampaikan sepanjang kurun waktu Januari hingga 23 Desember 2020, Kominfo telah menangani penyebaran konten negatif sejumlah 122.904. Tercatat ada 170.001 konten negatif di platform media sosial yang telah ditangani. Di antaranya perjudian, pornografi, penipuan, pelanggaran HKI, hoaks, SARA, terorisme.

Semua itu bisa dicegah dengan cara ikut berpartisipasi ‘mengamankan’ dunia digital. “Kita, tanpa terkecuali harus turut andil dalam mewujudkan keamanan di dunia digital,” ucapnya.

Dipandu moderator Vania Martadinata, webinar juga menghadirkan  narasumber Akromi (Penulis dan Pemred Poros Pemalang), Rizqia Alya Anwar (Head of Operation PT Cipta Manusia Indonesia) dan Dibyo Primus (Seniman) selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment