News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ini Jurus Jitu Belajar Efektif Secara Online

Ini Jurus Jitu Belajar Efektif Secara Online





Magelang - Prinsip dasar dari pendidikan yakni kehadiran guru atau pembimbing sangat penting agar tidak salah orientasi. Proses pembelajaran juga harus dengan cara yang menyenangkan. 

Direktur Lembaga Survei IDEA Institute Indonesia Jafar Ahmad mengatakan prinsip pembelajaran lainnya yakni kontekstual dan audio visual. 

“Pembelajaran di era digital saat ini memiliki ciri tak terbatas waktu dan jarak, menggunakan audio visual agar lebih bermakna,” katanya, dalam webinar literasi digital dengan tema “Pendidikan Online: Era Baru Merdeka Belajar” yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo bagi warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (28/10/2021).

Menurut Jafar, agar pembelajaran bisa efektif, tenaga pendidik harus memastikan semua siswa mengikuti secara langsung. Untuk bisa memastikannya, beberapa guru pun biasanya mewajibkan peserta didiknya melakukan aktivasi video. 

“Guru juga harus bisa membuat komunikasi dua arah. Aktivasi komunikasi dengan memberi kesempatan masing-masing siswa untuk memberi masukan,” kata dia. 

Kemudian juga sekolah harus menyediakan cukup paket data untuk siswa yang kurang mampu. Sebab, tidak semua peserta didik mempunyai kemampuan yang sama dalam kepemilikan fasilitas penunjang untuk melakukan pembelajaran online. 

“Ada banyak platform digital yang bisa dimanfaatkan oleh tenaga pendidik untuk proses pembelajaran,” kata dia. 

Narasumber lainnya, Pemimpin Redaksi agendaindonesia.com, Prasidono Listiaji lebih menekankan pada kemampuan memiliki literasi digital. Menurutnya dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini dunia berubah dengan cepat. 

Selain dari sisi positifnya, dampak dari perkembangan teknologi ini berupa adanya gangguan digital. Ia menyebut sejak 2018, Menkominfo telah menangani 3.640 ujaran kebencian berbasis SARA di ruang digital. 

“Kemudian juga setidaknya hampir 60 persen orang Indonesia terpapar hoaks saat mengakses dan berkomunikasi melalui dunia maya. Sementara hanya 21 sampai 36 persen saja yang mampu mengenali hoaks. Sementara, diketahui juga kebanyakan hoaks yang ditemukan terkait isu politik, kesehatan,” ujarnya. 

Untuk itu, lanjutnya perlu adanya kemampuan literasi digital yang dimiliki oleh guru maupun peserta didik. Salah satunya yakni kemampuan untuk mengenali, menerapkan, meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan digital.

Listiaji menyebut pentingnya guru dan murid untuk bisa beradaptasi menggunakan teknologi informasi komunikasi agar pembelajaran secara online bisa efektif dan efisien. 

Ia mengungkapkan cara untuk beradaptasi menggunakan teknologi, bagi guru yakni dengan mengenali aplikasi pendukung yang bisa memberikan kegiatan belajar mengajar. 

Kemudian juga menggunakan aplikasi untuk menciptakan skenario kegiatan belajar terbaik dengan membuat konten terbaik dan mendorong siswa untuk memberikan partisipasi terbaik mereka. Selain itu juga membuat grup kelompok guru untuk belajar teknologi.

Listiaji menambahkan, ruang digital mempunyai materi yang berlimpah untuk menunjang pembelajaran secara online. Kemudian juga ruang digital bisa dimanfaatkan untuk berinterkasi antara guru dan murid. 

Selain itu, ruang digital harus bisa dimanfaatkan untuk mengantarkan anak didik ke pintu dunia. “Guru juga harus bisa mempelajari cara komunikasi yang kekinian,” kata dia. 

Webinar ini juga menghadirkan narasumber Kabid PAI Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Imam Buchori, dan H. Muhamad Faojin(*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment