News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Cara Mudah Ciptakan Suasana Nyaman dalam Belajar Online

Cara Mudah Ciptakan Suasana Nyaman dalam Belajar Online




Sleman - Data dari Unesco pada 2019, level literasi membaca warga Indonesia menempati peringkat ke-60 dari 61 negara di dunia. Sedangkan global world digital competitiveness index pada 2020 menyebut level literasi digital di Indonesia di peringkat 56 dari 63 negara. 

Hal tersebut dikatakan oleh Pekerja dan Pengembang Media Seni, Tomy Widiyatno dalam webinar literasi digital dengan tema “Belajar Digital yang Mudah, Murah dan Aman” yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo bagi warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (19/10/2021).

Tomy menyebut akselerasi literasi itu sendiri berupa pemahaman paradigma literasi tidak hanya membaca dan bahan bacaan bukan hanya manual, melainkan juga digital. Kemudian keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan berbentuk cetak, visual, digital, dan auditori diperkuat. 

Akselerasi literasi selanjutnya yakni pemenuhan akses internet di semua wilayah. Selain itu juga implementasi konsep literasi di semua lembaga pendidikan, yang meliputi literasi dasar, literasi perpustakaan, literasi media, literasi teknologi dan literasi visual, serta didukung gerakan literasi dalam keluarga dan nasional. 

Kemudian juga menumbuhkan rasa cinta pada ilmu pengetahuan, kebenaran dan fakta, serta masyarakat harus mengubah gaya hidupnya yang berawal dari budaya lisan menjadi budaya membaca. 

Tomy mengatakan dalam menciptakan suasana menyenangkan untuk pembelajaran secara daring ini, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seperti dengan membuat kelompok belajar kecil tiga sampai lima orang. 

Kemudian membuat kesepakatan terhadap diri sendiri dan kelompok, untuk berproses disiplin, dan saling menghargai. Lalu menyediakan tempat yang nyaman untuk belajar. ”Pastikan koneksi internet baik dan mencoba berkolaborasi dengan memakai teknologi informasi komunikasi setempat,” tuturnya. 

Tomy menuturkan, dalam pelaksanaan pembejalaran juga tak ada salahnya menyediakan camilan yang sehat. Kemudian juga menjauhkan benda yang berpotensi mengganggu konsentrasi dalam belajar. ”Hal tak kalah penting lainnya pastikan ruangan punya pencahayaan maksimal,” kata dia. 

Tomy menegaskan, untuk menjadi warga digital yang positif, ada beberapa sikap yang harus dipegang dan diterapkan. Di antaranya selalu memilih dan memilah informasi yang akan disebar, berdampak baik atau tidak, serta saring sebelum sharing. 

Kemudian tidak mudah percaya informasi yang tidak masuk akal. Menjauhi phishing dengan tidak meng-klik link sembarangan. Selalu menggunakan password-enkripsi data yang sulit agar tidak mudah diretas. “Serta tindakan jejak digital yang positif,” ujarnya. 

Narasumber lainnya, Dosen ilmu Komunikasi UAD, Anang Masduki mengatakan dalam menciptakan budaya yang baik di era digital, harus menanamkan rasa cinta tanah air. Kemudian juga sopan santun, toleran, multikulturalisme, menghargai hasil karya orang lain, hingga gotong royong. 

“Selain itu perlu juga menanamkan sikap berani mengakui kesalahan, bertanggung jawab, tidak memanfaatkan kesempatan, mencintai budaya bangsa, menanamkan jiwa kepemimpinan dan kemandirian,” ucapnya. 

Dipandu moderator Ayu Perwari, webinar kali ini juga menghadirkan narasumber Nicko Mardiansyah (Media Analyst), Dani Anggada Bimantara (Pegiat Seni Tradisi dan Founder @pawonartstudio), dan Content Creator, Aprilia Artista, selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment