News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Adaptasi, Kunci Produktif Era Digital

Adaptasi, Kunci Produktif Era Digital




KABUPATEN PATI: Produktif di era digital dapat dilakukan dengan mulai mencermati apa yang tetap dan yang berubah di era digital ini.
Beberapa contoh yang tetap dan berubah di era digital misalnya kegiatan jual-beli masyarakat tetap ada namun cara transaksinya berubah atau pengetahuannya tetap tapi cara memperoleh informasinya berubah.

"Kita semua tanpa kecuali dituntut selalu siap dan dengan perubahan digital ini, oleh karenanya adaptif terhadap perubahan adalah skill yang wajib dimiliki," ujar Luqman Hakim Bruno, selaku content writer Kaliopak.com saat menjadi pembicara webinar literasi digital bertema "Hidup Produktif di Era Digital” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (2/10/2021).

Dalam webinar yang diikuti ratusan peserta itu, Luqman menuturkan adaptif dalam arti memahami cara kerja ruang digital dan karakter penggunanya. 

Memahami ruang digital yang memiliki cara kerja yang berbasis kecerdasan buatan atau artifisial intelijen. "Sebagai pengguna kita harus memahami cara kerja ruang digital agar tidak terjebak dan tersesat di dalamnya," kata Luqman.

Tersesat dan terjebak yang dimaksud tak lain fenomena negatif internet seperti afirmasi prasangka (confirmation bias) gelembung penyaring (filter bubble) juga kamar gema (echo chamber).

Adapun memahami pola pikir warga digital, Luqman menjelaskan bahwa kemudahan dan kemurahan yang ditawarkan ruang digital berdampak pada pola pikir penggunanya. Yang notabene gemar dengan kecepatan pola pikir instan ini. "Padahal satu sisi ini menumpulkan daya kritis dan merampas kesempatan kita merefleksi peristiwa," kata dia.

Luqman mengatakan selalu sadar dan belajar adalah kunci menjadi produktif.  

"Peganglah ajaran Sunan Kalijaga yang berkata anglaras ilining banyu, angeli ora keli yang artinya ikuti arus zaman tapi dengan penuh kesadaran dan jangan sampai hanyut terbawa arus," tegas Luqman.

Narasumber lain webinar itu, Murniandhany Ayusari selaku penulis konten Jaring Pasar Nusantara menyebut agar produktif di era digital cobalah mencari referensi ide dan panduan di internet.

"Upgrade kemampuan dengan melihat konten atau tutorial yang sudah ada sebelumnya kemudian bandingkan dengan kebutuhan atau keinginan saat ini," kata Murni.

Menurut Murni, manfaat konten atau tutorial tersebut untuk menerapkan konsep ATM: amati, tiru, dan modifikasi. "Jadi kita perlu terampil di era digital untuk bisa berkolaborasi, kuasai skill untuk aplikasi chatting, Google Docs video conference," ujar Murni.

Prinsipnya, kata Murni, kuasai keterampilan digital untuk promosi. Misalnya dengan desain grafis, fotografi atau videografi, menulis, digital marketing, atau search engine optimization (SEO).

"Keterampilan digital sangat dibutuhkan saat ini untuk bisa produktif," kata dia. Misalnya keterampilan membuat media pembelajaran yang menarik, keterampilan memanfaatkan media sosial dalam konteks pendidikan, keterampilan menggunakan search engine untuk mencari materi pembelajaran, atau keterampilan menciptakan game based learning.

"Internet bisa menjadi ladang rezeki, jika kita produktif di dalamnya baik sebagai pengguna, ataupun kreator, bisa juga menjadi publisher iklan, atau menjadi influencer, seller atau reseller atau menjual jasa," tegasnya.

Webinar ini juga menghadirkan narasumber lain seperti Delly Maulana selaku dosen Universitas Serang Raya, Arif Hidayat selaku dosen Universitas Negeri Semarang, serta dimoderatori Harry Perdana juga Sheila Siregar selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment