News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Komunitas Akademik dan Perannya dalam Pendidikan Era Digital

Komunitas Akademik dan Perannya dalam Pendidikan Era Digital




Wonogiri -  Pembelajaran daring masih menjadi sesuatu yang baru baik bagi murid maupun guru, oleh karenanya komunitas akademik memiliki peran dalam menyukseskan pendidikan di era digital. Hal ini dibahas dalam webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI untuk masyarakat Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (23/9/2021). Adapun aspek-aspek literasi digital yang perlu ditingkatkan mulai dari digital skill, digital safety, digital ethics, dan digital culture.

Public speaker Farco Siswiyanto melalui pemaparannya menjelaskan meningkatnya pengguna perangkat digital dan internet di Indonesia harus didukung dengan wawasan literasi digital dan kecakapan digital. Pengajar diharapkan mampu menggunakan perangkat digital sebagai sarana penunjang mengajar dan belajar. 

Kecakapan abad 21 yang meliputi kecakapan berpikir kritis, kreatif dan inovatif untuk menyelesaikan masalah. Kemudian kecakapan berkomunikasi dan kolaborasi, kecakapan menggunakan perangkat digital untuk mencari dan mengolah informasi, serta kecakapan untuk dapat bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakan.  

"Di era digital pendidik dituntut untuk bisa terampil membuat pembelajaran yang menarik dengan sarana teknologi, memanfaatkan medsos dalam proses pembelajaran, menggunakan search engine untuk mencari materi pembelajaran, menggunakan game based learning dan terampil menggunakan bahasa di lingkungan peserta didik, pendidik, dan komunitas akademik," jelas Farco kepada 400-an peserta webinar. 

Dengan memanfaatkan teknologi digital, pendidik dapat membuat buku ajar yang informatif dan mudah dipahami. Menambahkan unsur visual dan memberikan studi kasus yang relevan untuk didiskusikan. Pertegas kutipan penting dan menyusun buku ajar secara sistematis. 

 "Gerakan literasi digital di komunitas akademik perlu dukungan dari sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sekolah perlu menyediakan bahan bacaan yang dapat diakses secara daring dan menyediakan website edukatif, keluarga juga berperan penting dalam meningkatkan frekuensi membaca dengan berbagai media, dan masyarakat dapat membuka ruang partisipasi pelatihan literasi," jelasnya.

Eko Siswanto dari tim pengembang konten pendidikan dan pembelajaran Disdik Kabupaten Wonogiri menambahkan bahwa komunitas akademik berperan menjaga kebhinekaan dengan menumbuhkan toleransi, saling menghormati; sebagai tempat berdiskusi menyelesaikan permasalahan pendidikan dan pembelajaran sehingga menemukan solusi dan komparasi. 

"Komunitas akademik juga didorong menjadi filter informasi. Informasi di internet harus dipandang dari berbagai sudut untuk menemukan kebenaran informasi dan tidak asal membagikan informasi tanpa berpikir tentang akibat yang akan diperoleh," ujar Eko Siswanto. 

Di era digital, sumber informasi tersaji dengan pilihan yang variatif namun tidak semuanya benar. Filtrasi informasi menjadi langkah awal supaya informasi yang akan disampaikan tidak menyesatkan. Oleh sebab itu kolaborasi antar komunitas akademik menjadi penting untuk dapat mencegah hal tersebut. 

"Sebagai pendidik harus mendorong lahirnya konten positif yang dapat memotivasi sesama pendidik dan siswa dalam meraih pendidikan. Pendidik harus berpandangan optimis terhadap siswanya dan tidak merendahkan potensi mereka," lanjutnya. 

Selain itu sebagai pendidik juga dapat berpartisipasi untuk ikut grup-grup sesuai kompetensi di berbagai platform, mendiskusikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi selama pembelajaran dan saling sharing untuk memecahkan masalah atau kendala. Serta output-nya adalah mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat dalam pembelajaran. 
 
Webinar yang dimoderatori oleh Bobby Aulia (entertainer) ini juga diisi oleh narasumber lainnya yaitu Hasniati (dosen Unhas Makassar), Iqbal Aji Daryono (penulis). Serta Nindy Gita (professional public speaker) yang menjadi key opinion leader dalam diskusi. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment