News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Serba-serbi Cara Mudah, Murah dan Aman Belajar Digital

Serba-serbi Cara Mudah, Murah dan Aman Belajar Digital





Wonogiri – Era digital ialah masa ketika informasi mudah dan cepat diperoleh serta disebarluaskan menggunakan teknologi digital. Internet menjadi gaya hidup, bahkan hampir semua bidang kehidupan manusia kini telah bergantung pada internet.

Berbeda dengan generasi imigran yang lahir jauh sebelum era digital, individu yang lahir pada masa ini (digital native), belajar internet bisa dibilang tak ada hambatan yang berarti . Itu karena mereka lahir, hidup, tumbuh dan berkembang dengan lingkungan digital yang kental. 

“Meski begitu, hidup di era digital membutuhkan literasi maupun kecakapan digital yang didukung dengan pemahaman yang cukup terhadap faktor keamanan dan keselamatan dalam berdigital,” tutur pengajar Universitas Negeri Yogyakarta Dwi Harsono pada webinar literasi digital yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (14/8/2021).

Dalam diskusi virtual yang mengambil tema ”Belajar Digital yang Mudah, Murah dan Aman” itu, Dwi Harsono menyatakan, era digital yang ditandai dengan kemudahan dan kecepatan mendapatkan informasi harus disertai 
kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari (digital safety).

”Keamanan berdigital itu meliputi fitur proteksi perangkat keras atau lunak, proteksi identitas digital dan data pribadi, penipuan digital, dan rekam jejak digital,” ungkap Dwi Harsono.

Belajar digital yang mudah, murah dan aman bisa dimulai dari kesadaran pentingnya menjaga dan melindungi perangkat keras maupun lunak yang dimiliki. Tujuannya untuk melindungi perangkat digital dari berbagai ancaman malware.

”Lindungi perangkat keras dengan kata sandi yang kuat, lengkapi dengan fitur perlindungan perangkat ponsel sistem deteksi sidik jari (fingerprint authentication), maupun fitur kunci ponsel dengan menyocokkan wajah pengguna untuk membuka kunci perangkat (face authentication),”  jelas Dwi Harsono.

Adapun untuk melindungi perangkat lunak bisa melalui beberapa cara, antara lain: find my device, back up data, memasang anti virus, enkripsi full disk atau penyandian, dan shredder (penghacuran data). Find my device merupakan fitur yang bisa diaktifkan untuk mencari perangkat digital yang hilang, mengunci file, bahkan melakukan remote wipe (penghapusan jarak jauh).

Perlindungan penting lainnya ialah back up data atau membuat cadangan data merupakan langkah yang digunakan untuk mencegah kehilangan data yang ada di telepon pintar, tablet, komputer dan laptop. ”Back up data secara rutin ke internet maupun melalui aplikasi yang dapat dipasang di perangkat, seperti Dropbox, OneDrive, dan iCloud,” tegas Dwi Harsono.

Narasumber lainnya, pengajar sekaligus pegiat literasi digital Riant Nugroho mengatakan, belajar digital mudah, murah, dan aman bisa dicapai asalkan kita tahu caranya. Sebaliknya menjadi tidak mudah, murah, dan aman, jika tidak tahu caranya.
Menurut Riant, cara yang paling mudah untuk belajar digital ialah jangan berusaha menguasai semuanya, kecuali Anda hendak menjadi konsultan semua hal di dunia digital. Kuasai yang diperlukan untuk hidup sehari-hari, baik sebagai pribadi maupun profesional (termasuk profesi sebagai murid atau guru, atau pengawas pendidikan).

”Cara mudah lainnya, terus dalami apa yang ingin Anda kuasai, buat Anda
nyaman. Misalnya presentasi melalui daring, membuat pesan-pesan satu hari satu hadits di YouTube, atau Instagram,” sebut Riant.

Sedangkan cara murah, lanjut Riant, di antaranya adalah belajar dengan cara menyediakan waktu untuk mengikuti ceramah, kuliah, pelatihan tentang literasi digital dari berbagai lembaga dan pengajar. Berikutnya ialah berkolaborasi. Bangunlah kolaborasi pertemanan dan kerja sama dengan orang lain yang mampu menghebatkan kemampuan Anda di ruang digital.

”Cara murah lainnya, yakni mempelajari tutorial di internet sesuai kebutuhan penguasaan ranah digital, dan latihan mempraktikkannya secara terus menerus,” ungkap Riant.

Cara yang terakhir, belajar digital dengan aman, yakni mengenali cara-cara aman berselancar di internet seperti keamanan data pribadi, pengecekan informasi hoaks, mengetahui cara melawan kejahatan di dunia digital secara sosial, teknologi maupun legal. 

”Namun jangan berusaha atau mencoba masuk ke ranah yang berbahaya seperti pornografi, perjudian, transaksi ilegal, maupun melakukan hoaks dan ujaran kebencian,” pungkas Riant. 

Webinar yang dipandu oleh moderator Fikri Hadil itu juga menampilkan narasumber, H. Juair (Kasi Komunikasi dan Kemahasiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah), Arie Sujito (dosen Sosiologi Fisipol UGM), dan Reno Yuwono selaku key opinion leader. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment