News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pengusaha Muda Asal Maluku Terima Bantuan Perlengkapan Arung Jeram

Pengusaha Muda Asal Maluku Terima Bantuan Perlengkapan Arung Jeram

Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Maluku di Yogyakarta terima bantuan perlengkapan Arung Jeram.

WARTAJOGJA.ID: Masyarakat Indonesia Bagian Timur, khususnya Maluku, yang berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak luput terkena imbas Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) yang saat ini sedang dirasakan oleh semua lapisan warga di Jogja.

"Perlu ada strategi untuk bertahan di masa Pandemi COVID-19. Kita harus tetap berupaya untuk selalu sehat dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas). Dalam situasi seperti ini kesehatan harus dinomorsatukan," kata Amrizal, atau biasa disapa Maru, pengusaha muda asal Maluku yang juga perwakilan dari Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Maluku di Yogyakarta, di sela kegiatan Rafting (Arung Jeram) di Kali Progo Minggir Sleman, Jumat (27/8/2021).

Dalam kesempatan itu, sekaligus diserahterimakan bantuan perlengkapan Arung Jeram berupa Perahu, Helm, Pelampung, dan Dayung untuk bisa dikelola oleh usaha Rafting milik Maru.

Bantuan datang dari Nanang JM selaku Pemerhati Lingkungan Hidup dan Keamanan asal Jogja yang sudah lama menetap di Jakarta.

Nanang mengharapkan bantuan yang diberikan bisa melengkapi armada dan perlengkapan yang sudah ada di obyek wisata dan usaha rafting milik Maru, agar perekonomian juga mampu segera pulih dan bangkit kembali.

"Semoga bisa memberi motivasi dan semangat untuk bisa bertahan pada masa Pandemi COVID-19 ini," ujarnya.

Selama ini, antara Nanang dengan masyarakat Maluku di Yogyakarta sudah lama terjalin komunikasi, terutama dengan para tokohnya.

"Pemberian bantuan ini adalah sebagai penyambung tali silaturahmi," ungkapnya.

Sementara itu, Maru menuturkan, dalam situasi Pandemi COVID-19 seperti ini, semua harus bisa menghindarkan diri dari sakit dan bahaya kematian.

"Baik itu kematian akibat terkena COVID-19 atau kematian karena kelaparan. Hal ini disebabkan seluruh sendi-sendi perekonomian rakyat mati suri dan bahkan mati total akibat wabah ini," imbuhnya.

Patut mendapatkan perhatian adalah potensi munculnya gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) apabila Pandemi COVID-19 berlangsung lama dan tidak dapat dihentikan.

Maru berharap semua warga Maluku yang berada di DIY bersama-sama seluruh lapisan masyarakat Jogja agar senantiasa menjaga kondusivitas keamanan.

Kegiatan dilanjutkan keesokan harinya dengan agenda ramah tamah dan makan bersama di Rumah Makan mBelik Ngaglik Sleman. (Cak/Rls) 


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment