News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Langsung Plesiran Ke Pantai Yogya Usai PPKM? Waspadai Gelombang 6 Meter

Langsung Plesiran Ke Pantai Yogya Usai PPKM? Waspadai Gelombang 6 Meter




Yogyakarta: Wisatawan yang berencana langsung plesiran ke pantai-pantai selatan Yogyakarta usai pemberlakuan pembatasan kebijakan masyarakat (PPKM) Level 4 berakhir, diimbau mewaspadai potensi gelombang tinggi yang terpantau  
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta akhir pekan ini.

Perpanjangan kebijakan PPKM Level 4 akan berakhir pada 16 Agustus mendatang. Belum diketahui apakah pemerintah akan memperpanjang lagi kebijakan itu dan membuka destinasi yang telah tutup sebulan terakhir.

Namun pada Sabtu 14 Agustus 2021, BMKG Yogyakarta melansir peringatan dini gelombang tinggi yang diprediksi melanda di wilayah perairan dan Samudera Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat hingga Jawa Tengah. 

Untuk Yogyakarta, ada tiga kabupaten yang wajib mewaspadai geombang tinggi ini karena wilayahnya berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di bagian selatan yakni Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul.

"Tinggi gelombang kategori sangat tinggi 4-6 meter berpeluang terjadi dari mulai hari ini hingga 16 Agustus 2021," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sleman Yogyakarta Ikhsan Sabtu.

BMKG pun meminta masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

"Harap diperhatikan juga keselamatan terhadap resiko pelayaran baik perahu nelayan, kapal tongkang maupun kapal Ferry," kata Ikhsan.

Kepala Pelaksana Badan Peanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana mengatakan peringatan dini BMKG Yogyakarta itu telah diterima pihaknya hari ini untuk tindaklanjut monitoring kawasan pantai-pantai selatan Yogyakarta yang masih ditutup.

"Kalau gelombang masih kategori sangat tinggi kami minta masyarakat jangan nekat mendekat ke pantai. Jaga jarak bukan cuma untuk antisipasi Covid-19, tapi jaga jarak juga untuk antisipasi gelombang tinggi kalau ke pantai saat ini," kata Biwara.

Biwara mengatakan gelombang tinggi yang sempat melanda kawasan pantai selatan bertepatan dengan puncak kemarau Agustus ini belum ada yang sampai merusak bangunan dan infrsatruktur pantai di Yogyakarta. 

"Di Yogya gelombang tinggi itu tak sampai menimbulkan kerusakan dk kawasan pesisir. Sampai hari ini laporan kerusakan akibat gelombang tinggi itu di wilayah Purworejo dan Kebumen Jawa Tengah," kata Biwara.

Biwara yang juga 
Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di DIY itu
mengatakan, pihaknya belum mengetahui apakah PPKM Level 4 yang berakhir 16 Agustus nanti kembali diperpanjang atau tidak sehingga destinasi wisata bisa mulai dibuka kembali.

"Kalau kaitan destinasi pantai pantai ditutup atau tidak itu lebih melihat soal eskalasi perkembangan kasus Covid-19. Faktor cuaca sejauh ini belum menjadi dasar buka tutup kawasan pantai di Yogyakarta," kata Biwara. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment