News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Mengenal Risiko, juga Manfaat Praktis Dompet Digital

Mengenal Risiko, juga Manfaat Praktis Dompet Digital


 

Wonosobo - Sejak 2019, transaksi digital tercatat meningkat berdasarkan data yang diringkas oleh katadata.com. Meningkatnya transaksi online juga mempengaruhi penggunaan dompet digital (e-wallet) yang ikut meningkat, lantaran tak sedikit marketplace dan e-commerce yang bekerjasama dengan layanan dompet digital. Meski memberikan banyak kemudahan, namun risiko menggunakan dompet digital tentu tak bisa dihindari. 

Dalam webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk masyarakat Wonosobo, Suharti dari LP3M UNU Yogyakarta yang menjadi salah satu narasumber menyampaikan bahwa dompet digital memang sedang jadi tren dalam transaksi keuangan masa kini. Meski sudah banyak yang menggunakan dompet digital, tak sedikit juga yang masih khawatir lantaran banyaknya kasus penipuan yang timbul. 

"Transaksi digital adalah pertukaran barang atau jasa yang berlangsung di ranah digital dan dompet digital menjadi jenis akun prabayar yang dilindungi dengan kata sandi di mana pengguna dapat menyimpan untuk setiap transaksi online. Transaksi elektronik juga dilindungi dalam UU ITE yang mencakup hak-hak bagi penjual dan pembeli. Jadi, sebenarnya tidak perlu khawatir bertransaksi menggunakan dompet digital," jelas Suharti.  

Yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan dompet digital dan melakukan transaksi online adalah memiliki wawasan literasi digital berupa digital culture, digital ethics, digital safety dan digital skill. Di sini keamanan digital menjadi sangat penting agar akun dompet digital dan transaksi online bisa tetap aman. 

"Tips aman menggunakan dompet digital adalah dengan melindungi akun menggunakan password yang kuat, merahasiakan kode OTP, rutin cek riwayat transaksi, menggunakan e-wallet terpercaya, membuat perencanaan anggaran agar terhindar dari perilaku hedonis, melakukan top up ketika perlu, serta menghindari fasilitas kredit yang memicu perilaku konsumtif," urai Suharti. 

Hal itu menjadi pengingat karena tantangan transaksi dan berinteraksi online adalah terjadinya penipuan digital. Ia bisa berupa tawaran barang dengan diskon tidak masuk akal, selain yang menyasar keamanan transaksi berupa pembobolan saldo dan keamanan data diri. 

Dari sudut pandang lain, dosen Universitas Sains Alquran Wonosobo Muhammad Yusuf menambahkan, budaya digital seperti penggunaan e-wallet memang memberikan banyak kemudahan dan manfaat. Dompet digital menjadi instrumen baru transaksi online dengan berbagai alasan kepentingan. 

"Layanan dompet digital menyediakan banyak promo dan diskon, lebih aman dan rendah risiko, menyediakan transaksi yang lengkap, serta bisa top up saldo di mana saja," ujarnya. 

Terlepas dari kemudahannya, transaksi digital dalam perspektif budaya digital seharusnya difungsikan untuk mendorong cinta pada produksi dalam negeri serta mendorong perekonomian secara lokal. Yakni dengan menerapkan strategi subjektif dan objektif. 

"Secara subjektif, budaya transaksi digital adalah untuk membangun nasionalisme berkonsumsi, sosialisasi pentingnya membeli produk nasional ketimbang produk luar negeri dengan membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Juga, membangun rasionalisme masyarakat dalam membeli produk bahwa produk dalam negeri juga tidak kalah mutunya dari produk luar negeri," terang Yusuf. 

Dari segi objektif, kultur transaksi digital seharusnya memperhatikan peningkatan kualitas dan mutu produk agar masyarakat mau mengonsumsi produk nasional. Selain itu penetapan harga yang bersaing juga tak kalah penting. Produk dalam negeri mestinya lebih murah karena tidak ada beban, namun juga harus rasional antara kualitas dan harga.

Dalam diskusi virtual yang dipandu Mafin Rizqi (content creator) ini juga menghadirkan narasumber lain, yakni  Diana Atheleia (digital trainer), Fakhriy Dinansyah (Co-founder Localin). Hadir pula selaku key opinion leader, Shafa Lubis, seorang mental health enthusiast
 
Program literasi digital itu sendiri adlah merupakan dalam mendukung percepatan transformasi digital dan untuk menciptakan talenta digital yang cakap dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment