News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Membangkitkan Pariwisata Wonosobo Melalui Transformasi Digital

Membangkitkan Pariwisata Wonosobo Melalui Transformasi Digital



Wonosobo – Wonosobo merupakan sebuah kabupaten kecil yang terletak persis di tengah Pulau Jawa. Wonosobo juga merupakan kota tujuan wisata kedua di Jawa Tengah setelah Magelang. Sebagian besar wilayah Kabupaten Wonosobo adalah daerah pegunungan. 

“Masyarakat Wonosobo pada masa itu selalu menjaga kedamaian di tengah perbedaan. Dari awal berdirinya Wonosobo, berbagai budaya telah mewarnainya. Nilai-nilai ini harus dipegang teguh sampai ke masa depan. Apa pun latar belakang masyarakatnya, sampai kapan pun harus menjunjung persatuan dan menghargai perbedaan,” ujar Ibnu Novel Hafidz, pada acara webinar literasi digital suguhan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk masyarakat Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (12/7/2021).

Diskusi virtual bertema ”Membangkitkan Pariwisata Wonosobo Melalui Transformasi Digital” yang dipandu oleh moderator Shanaz Nachiar ini juga menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Yakni, Dwiyanto Indiahono (dosen Kebijakan Publik, Universitas Jenderal Soedirman), Ade Irma Sukmawati (dosen Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Yogyakarta), Muhammad Yusuf (dosen Universitas Sain Al Qur’an Wonosobo), dan Astari Vernideani selaku key opinion leader.

Novel menyatakan, pemanfaatan teknologi digital untuk membangkitkan pariwisata dapat menciptakan hal baru di bidang bisnis pariwisata dan budaya yang ada di Indonesia.

”Untuk menarik para wisatawan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo dapat mempromosikannya melalui media internet, seperti apa saja produknya, fasilitas, maupun pelayanan yang tersedia di Wonosobo,” tuturnya. 

Novel menambahkan, dalam mempromosikan pariwisata dikenal apa yang disebut dengan storytelling (bercerita). Inilah proses menggabungkan fakta dan cerita untuk disampaikan kepada pengguna media sosial supaya mereka semakin tertarik dengan apa yang ditawarkan.

Narasumber lain, Muhammad Yusuf menyatakan, para wisatawan kini akan terlebih dahulu mengakses media sosial untuk mencari informasi seputar tempat wisata yang ingin dikunjunginya.

”Dalam dunia wisata, ada yang namanya tren digital wisata. Para wisatawan harus terlebih dahulu mendapatkan informasi seputar keberadaan tempat wisata, mencari informasi dan membuat perencanaan, melakukan reservasi, mencari dan mendapatkan pengalaman di destinasi tujuan, serta dapat berbagi pengalaman,” ujar Yusuf.

Data nasional tahun 2020 – 2021 menunjukkan, kunjungan bulanan wisatawan mancanegara sampai bulan April 2021, berjumlah 1.290.411 orang wisatawan.

Sementara itu, narasumber dari Universitas Jenderal Soedirman Dwiyanto Indiahono mengatakan, dalam membangun citra positif di sektor pariwisata melalui media digital, beberapa tahap harus dilakukan oleh pengelola wisata.

Tahap-tahap itu, seperti; membangun jaringan komunitas pengembang wisata positif, memastikan informasi wisata valid, menetapkan sasaran yang dituju dan buat beragam pilihan wisata, serta posting dan sharing konten valid yang bermanfaat dan disampaikan secara santun.

”Yang harus dilakukan oleh para pengusaha wisata dalam transformasi digital sektor pariwisata ialah menyediakan informasi yang jelas tentang tempat wisata melalui teknologi digital, serta kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha wisata,” ujar Dwiyanto. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment