News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dunia Maya Tak Selalu Aman, Pagari Perangkat dan Identitas

Dunia Maya Tak Selalu Aman, Pagari Perangkat dan Identitas




Cilacap - Literasi digital yang kini sedang digalakkan oleh Pemerintah Indonesia tak hanya mengajak masyarakat agar cakap mengakses dan memanfaatkan teknologi. Namun juga bagaimana pengguna teknologi digital dapat meningkatkan wawasan kebangsaan di dunia maya. 

Program literasi digital yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo ini diwujudkan dalam bentuk webinar dengan mengajak partisipasi masyarakat di seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Salah satunya seperti webinar yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada 22 Juni lalu.

Acara yang dipandu oleh Harry Perdana ini membahas tema "Literasi Digital untuk Meningkatkan Wawasan Kebangsaan" dengan para pemateri dari berbagai bidang. Mereka adalah Amni Zarkasyi Rahman (dosen Universitas Diponegoro), Djaka Dwiandi (digital designer), Saefudin A. Syafii (UIN Prof. K.H. Saifudin Zuhri), Iis Latifah (dosen Universitas PGRI), dan key opinion leader Nindy Gita. 

Masing-masing pemateri juga menyampaikan pilar penting dalam digital literasi, yakni digital culture, digital skill, digital ethics, dan digital safety. Pilar digital literasi menjadi modal awal masyarakat untuk beradaptasi di dunia digital.

Membahas pilar digital skill, Amni Zarkasyi mengatakan, masyarakat dipandang perlu berkecakapan digital dalam mengakses, mencari, menyaring, dan memanfaatkan setiap data dan informasi yang diterima dan didistribusikan dari dan ke platform digital.

"Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat, tetapi juga mengoptimalkan penggunaannya, dan mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab," jelas Amni.

Mengoptimalisasi penggunaan internet bisa dilakukan dengan memanfaatkan mesin pencarian untuk mendapatkan informasi, tips atau pengetahuan yang dibutuhkan. Namun perlu dipahami segala informasi yang ditampilkan dari pencarian itu tidak selalu mengandung informasi yang benar, sehingga pengguna perlu memiliki kemampuan menyaring informasi. Dari informasi yang ada, tiga gangguan informasi yang perlu diwaspadai yaitu misinformasi, disinformasi, dan malinformasi.   

Selain mesin pencarian, platform digital yang banyak digunakan adalah media sosial dan juga akses e-commerce dan penggunaan transaksi digital menggunakan e-wallet. Oleh sebab itu, pengguna teknologi juga perlu tahu bahwa dunia digital tidak sepenuhnya aman. 

"Ada sejumlah bahaya yang mengancam keamanan perangkat dan akun pada platform digital. Khususnya saat menggunakan jaringan publik atau wifi gratis. Jaringan publik tak seaman jaringan pribadi, sebab dapat diakses semua orang dan bisa saja ada pengguna yang berniat buruk. Sebaiknya jangan mengirimkan informasi pribadi dan sensitif, serta tidak melakukan transaksi finansial saat menggunakan jaringan publik," imbuhnya.

Sementara itu, Djaka Dwiandi, menambahkan kaitannya dengan digital safety. Ia mengatakan ancaman-ancaman bahaya yang ada di dunia siber itu nyata. Bahkan kaitannya dengan wawasan kebangsaan, serangan siber dapat mengancam lunturnya nasionalisme, disintegrasi bangsa, narkoba dan terorisme, dampak globalisasi, dan ancaman pihak asing. Jadi keamanan digital itu penting, utamanya pengamanan perangkat dan identitas digital. 

"Menjaga keamanan perangkat digital bisa dilakukan dengan memilih dan menggunakan perangkat digital dari agen resmi, membaca petunjuk buku panduan penggunaan, teliti kesesuaian perangkat digital, waspada situs yang memberi tawaran menggiurkan, gunakan kata sandi aman, dan sterilkan perangkat jika mau ganti yang baru," jelas Djaka.

Keamanan data-data digital juga sangat penting, apalagi yang sifatnya data pribadi atau khusus seperti data keluarga, keuangan, biometrik genetika, data kesehatan, ras dan etnis, preferensi seksual dan pandangan politik.  

"Identitas digital dapat diproteksi dengan menggunakan kata sandi yang kuat, pahami pengaturan privasi pribadi, tidak memasukkan dan membagikan informasi pribadi, menggunakan aplikasi resmi, melakukan pembaruan perangkat untuk meningkatkan keamanan, serta waspada jika ada komunikasi mencurigakan," pungkasnya. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment