News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Inventor GeNose C19: AI Versi Terbaru Lebih Mudah

Inventor GeNose C19: AI Versi Terbaru Lebih Mudah


Pengembang GeNose paparkan update Minggu (23/5) (ist)

WARTAJOGJA.ID : Inventor GeNose C19 dr. Dian Kesumapramudya Nurputra  M.Sc, Ph.D, SpA. dan Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. menyampaikan tentang kemajuan pengembangan teknologi GeNose C19 (23/5).
 
Melalui konferensi pers “GeNose C19 Update tentang Kecerdasan Buatan” di Ruang Fortakgama, Balairung UGM, Dian menyampaikan empat pembaruan terkait GeNose C19 yaitu pembaruan versi perangkat lunak kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), standard operational procedure (SOP) operator, buku manual, dan uji validitas eksternal alat skrining COVID-19 tersebut. Versi terbaru dariAI GeNose C19 ialah Versi 1.3.2 build 6. 
 
AI Versi 1.3.2 build 6 diperbarui dari sisi interface yang lebih ramah bagi operator alat (user friendly), basis data yang lebih besar, dan fitur pembacaan kurva secara manual. “Fitur ini nantinya bisa membantu dokter atau tenaga kesehatan yang ingin mempelajari bentuk-bentuk kurva hasil pembacaan alat GeNose C19,” tutur Dian. 
Pembaruan kecerdasan buatan GeNose C19 bisa untuk mengantisipasi varian-varian baru virus SARS-CoV-2 yang muncul. “Varian D64G sudah masuk ke data base yang sekarang,” jelas Dian. Akses basis data varian baru virus didapatkan dari rumah sakit yang merawat pasien dengan varian baru, sehingga peneliti mampu mendapatkan sampel napas untuk memperbarui kecerdasan buatan GeNose C19.
 
“Kecerdasan buatan GeNose C19 versi terbaru juga menyediakan indikator bagi operator untuk menerapkan SOP secara tepat agar pembacaan kurva lebih akurat dan mudah,” tambah Dian.
 
Peneliti telah menyusun SOP GeNose C19 yang lebih ringkas dan sederhana untuk operator. SOP tersebut terdiri dari dua halaman yang meliputi tahap persiapan alat, pengambilan sampel, hingga pengelolaan limbah GeNose C19. Dengan mekanisme tersebut, operator alat GeNose C19 bisa mempersiapkan kondisi lingkungan sebelum pengambilan sampel napas. 
 
Dian juga menjelaskan bahwa pembaruan kecerdasan buatan GeNose C19 akan berjalan dinamis. Artinya, perangkat AI akan rutin diperbarui dan hal itu membutuhkan kerjasama berbagai pihak untuk memastikan prosedur pengambilan sampel dilakukan dengan tepat. “Setiap operator perlu secara rutin memeriksa dan memperbarui perangkat lunak alat GeNose C19 hanya melalui fitur di perangkat lunak yang sudah ada dan terhubung dengan Internet,” terang Dian. 
 
Selain kecerdasan buatan, Prof. Kuwat pada kesempatan yang sama juga menerangkan bahwa tim peneliti sudah mengembangkan sistem penjaminan mutu yang disebut “kalibrasi”. “Kalibrasi ini berguna untuk menyeragamkan atau membuat sistem konsisten, antara mesin satu dan lainnya,” tutur Kuwat. Ia juga menuturkan bahwa evaluasi pengoperasian mesin di lapangan juga sedang dilakukan secara acak oleh tim peneliti. Hasil dari temuan di lapangan tersebut akan dipakai sebagai umpan balik dalam menyempurnakan GeNose C19.
 
Sebagai alat kesehatan, GeNose C19 juga sedang berada dalam tahap uji diagnostik post-marketing, yaitu uji validitas eksternal. “Tujuannya untuk mengonfirmasi performance alat itu apabila diimplementasikan di kondisi real dengan berbagai macam perilaku operator dan kondisi,” ujar Dian. Uji validitas eksternal GeNose C19 akan dilakukan oleh tiga institusi, yakni Universitas Andalas, Universitas Indonesia, dan Universitas Airlangga. 
 
Peneliti akan memberikan pelatihan dan mengirim mesin GeNose C19 versi terbaru ke setiap institusi tersebut.  Tim independen dari berbagai institusi tersebut akan mengevaluasi validasi dan akurasi alat, sehingga nantinya GeNose C19 dapat memberikan jaminan kepastian dalam penggunaan GeNose C19.  (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment