News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

UPN "Veteran" Yogyakarta Wakili Indonesia Dalam Ajang International Underground Mining Conference 2021 di Canada

UPN "Veteran" Yogyakarta Wakili Indonesia Dalam Ajang International Underground Mining Conference 2021 di Canada

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UPNVY Dr Ir Singgih Saptono MT menjadi moderator dalam International Underground Mining Conference 2021 'Developing and Optimising Potential Resources', 24-26 Maret 2021.
WARTAJOGJA.ID : Pemerintah Canada melihat masih banyak potensi yang belum tergali dari kekayaan Sumber Daya Mineral (SDM) yang ada di Indonesia. Untuk lebih memaksimalkan potensi SDM ini, diperlukan suatu sinergi di berbagai lini, khususnya dalam sektor pertambangan. Salah satunya adalah transfer of knowledge antara ahli-ahli atau insinyur pertambangan dari Canada dan Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) Dr Ir Singgih Saptono MT yang menjadi moderator dalam Konferensi Internasional Pertambangan atau International Underground Mining Conference 2021 'Developing and Optimising Potential Resources', 24 sampai dengan 26 Maret 2021. Singgih Saptono memenuhi undangan dari Association of Indonesian Minning Profesionals atau Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi)

Singgih Saptono menuturkan, berbagai hal penting secara teknikal dibahas dalam Konferensi Internasional yang berlangsung selama 3 hari itu. Diantaranya aspek finansial, ekonomi, regulasi pemerintah, teknis, maupun dari segi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh industri pertambangan. 

Para ahli dan praktisi dari perusahaan besar di bidang pertambangan, baik dari dalam maupun luar negeri, saling bertukar pengalaman, seperti dari CEO PT. Bumi Resources Minerals (BRMS) Suseno Kramadibrata yang mengungkapkan, bahwa pembahasan tentang sektor pertambangan tidak bisa berdiri sendiri, namun akan selalu terkait dengan sektor-sektor lainnya. 

"Seperti pengalaman pekerja tambang di Chili yang terperangkap di dalam perut bumi, namun akhirnya bisa diselamatkan. Penanganan ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita bersama, karena kemungkinan seperti itu sangat mungkin terjadi lagi," ujar Singgih Saptono.

Singgih Saptono merasa terhormat bisa hadir dalam Konferensi tingkat Internasional, yang sekaligus bisa semakin merekatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Canada ini. Hal ini sangat menunjang capaian indikator kinerja universitas, yaitu kesempatan tenaga ahli untuk berkiprah di kancah internasional. 

"Indikator kinerja yang baik tentunya akan meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan (stakeholder) terhadap UPNVY," ungkap Singgih Saptono. (Subiyantoro)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment