News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kaukus Perempuan Parlemen Kota Yogyakarta 2020-2024 Dikukuhkan, Ini Seruan Mereka

Kaukus Perempuan Parlemen Kota Yogyakarta 2020-2024 Dikukuhkan, Ini Seruan Mereka

 

Kaukus Perempuan Parlemen
Kota Yogyakarta periode 2020-2024

WARTAJOGJA.ID:  Kaukus Perempuan Parlemen Kota Yogyakarta periode 2020-2024 resmi dikukuhkan berlokasi di DPRD DIY pada Kamis 4 Maret 2021.

Duduk sebagai pengurus yakni Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Kota Yogyakarta Dhian Novitasari, Sekretaris Suryani, dan Bendahara Ririk Banowati.Sedangkan anggota Kaukus Perempuan Parlemen Kota Yogyakarta yakni Ipung Purwandari, Sri Retnowati, dan Rini Hapsari.

Kaukus Perempuan Parlemen Kota Yogyakarta ini terbentuk untuk meningkatkan kualitas politisi perempuan, sehingga jalan bagi perempuan untuk menempati posisi-posisi utama di parlemen semakin terbuka lebar.

Kaukus Perempuan Parlemen Kota Yogyakarta mengembang peran penting untuk membuat perjalanan  perempuan dalam perpolitikan daerah hingga nasional terus meningkat.

Kaukus Perempuan Parlemen
Kota Yogyakarta periode 2020-2024

Di parlemen Kota Yogyakarta sendiri, ada 6 srikandi perempuan yang menjadi anggota DPRD Kota Yogyakarta periode 2019-2024 dari total 40 anggota. Ada yang menjabat pimpinan dewan hingga alat kelengkapan dewan (AKD).

Begini pesan mereka, para perempuan anggota Kaukus Parlemen Kota Yogyakarta.


Dhian Novitasari

1. Dhian Novitasari (Gerindra)Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Kota Yogyakarta/Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta

"Dengan kaukus perempuan parlemen di Kota Yogyakarta kita dapat lebih bersinergi khususnya dalam perjuangan kesetaraan gender di ranah politik. Peran perempuan, meski tak mengesampingkan kewajiban seorang ibu rumah tangga, dibutuhkan untuk memperjuangkan aspirasi perempuan agar terhindar dari diskriminasi di segala bidang. Fokus tugas kaukus ini selain memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak juga kaum disabilitas. Kaukus ini untuk mendorong masyarakat semakin sadar politik tidak tabu khususnya untuk perempuan”


Suryani 

2. Suryani (PDI Perjuangan)Sekretaris Kaukus Perempuan Parlemen Kota Yogyakarta/ Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta

"Dari alokasi kuota perempuan parlemen 30 persen, sampai saat ini belum juga tercapai di DPRD Kota Yogyakarta. Sebab dari total 40 anggota DPRD Kota Yogya yang ada, saat ini hanya 6 orang perempuan yang duduk di parlemen kota. Namun dengan jumlah yang masih sedikit ini, kita tetap harus bisa mewakili suara kalangan perempuan dalam berbagai hal. Mulai dari bidang pemberdayaan, keterwakilan politik, hingga pemenuhan kesejahteraan,"

 

Ririk Banowati 

3. Ririk Banowati (Gerindra)- Bendahara Kaukus Perempuan Parlemen Kota Yogyakarta / Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta

 "Saya berharap perempuan dalam terjun ke kancah politik tidak hanya mentargetkan untuk memenuhi kuota dalam parlemen saja, tapi juga bisa terlibat lebih jauh dan berkontribusi dalam pengambilan pengambilan kebijakan. Perempuan dalam berpolitik melalui kaukus ini semakin menujukkan bahwa suara dan peran perempuan tidak bisa diabaikan, tidak bisa disepelekan,"

 

Ipung Purwandari

4. Ipung Purwandari (PDI Perjuangan)- Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta

 "Dari Kaukus Perempuan ini kami berharap bagi kaum perempuan pada tahun 2024 nanti semakin banyak yang duduk di parlemen. Agar lebih banyak lagi pemikiran-pemikiran perempuan bisa terwakili. Memang tidak mudah mendorong perempuan mau turun ke politik karena banyak dari mereka sehari-harinya bergelut dengan urusan rumah tangga. Namun dengan maju ke kancah parlemen, akan lebih banyak hal yang bisa kita perjuangkan demi kemajuan perempuan,"

 

Sri Retnowati

5. Sri Retnowati (Golkar) - Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta

 "Dari kaukus ini, Saya berharap dan mendorong para perempuan khususnya di Kota Yogyakarta semakin memperluas wawasan, dan berani melangkah terjun ke politik sehingga bisa ikut berkontribusi dalam pengambilan pengambilan kebijakan daerah. Di masa sulit pandemi Covid-19 ini saya juga mendorong kaum perempuan tetap semangat bergerak, meningkatkan perekonomian dan kuat menghadapi masa ini sebaik-baiknya,"

Rini Hapsari 

6. Rini Hapsari (Demokrat) -Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta

"Adanya Kaukus ini bisa menjadi wadah bagi perempuan di parlemen untuk berperan lebih aktif laga dalam gerakan-gerakan yang menbuat posisi perempuan lebih melek politik, berdaya dan kuat. Sebab selama ini masih ada stigma perempuan dalam menangani berbagai persoalan terkesan mengandalkan perasaan, ini tidak benar, karena perempuan pun bisa terlibat dalam berbagai pengambilan keputusan startegis, dengan pertimbangan-pertimbangan matang dan terukur,"

Ketua Kaukus Perempuan Parlemen DIY Rani Widayati mengatakan di masa pandemi ini kaum perempuan khususnya wilayah DIY semakin banyak diuji. Mulai dari perekonomian yang terpuruk hingga tingginya angka perceraian yang mempengaruhi kesejahteraan kalangan perempuan.

"Adanya Kaukus Perempuan Perlemen ini menjadi wadah startegis para peremuan yang duduk di parlemen kabupaten/kota/provinsi untuk meningkatkan kesejahteraan kalangan perempuan di wilayahnya," kata Rani.

(Cak/Rls)

advetorial



Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment