News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tracing dan Testing Covid-19 Diperluas

Tracing dan Testing Covid-19 Diperluas


Sampel darah positif  Covid-19 (ist)


WARTAJOGJA.ID : Pemda DIY akan meningkatkan upaya untuk memutus rantai penularan COVID-19 dengan memperbanyak testing dan tracing. 

"Hal ini sesuai dengan instruksi Menteri Kesehatan, strateginya adalah melibatkan TNI/Polri sebagai tracer,” ujar Tenaga Ahli Menteri Kesehatan RI dr. Andani Eka Putra, Kamis (25/02) pagi.

Andani yang ditemui setelah audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, menambahkan bahwa ketika terdapat 1 orang tersuspek COVID-19, maka setidaknya 15 orang kontak erat lainnya harus segera diidentifikasi.

Pada pertemuan yang digelar di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, tersebut, Andani juga mengusulkan kepada Gubernur DIY untuk memperkuat pertahanan masyarakat desa beserta satuan tugasnya.

“Harapannya, semua desa di DIY ini ada fasilitas dokter desanya, seperti germas. Masyarakat kita berdayakan sehingga mereka punya kemampuan memahami pandemi sendiri, ini kan bagian dari edukasi ya,” jelasnya.

Lebih lanjut, dokter yang dinilai sukses menerapkan skema tracing di Provinsi Sumatera Barat ini menjelaskan bahwa Sri Sultan menekankan pentingnya fokus pemberdayaan masyarakat dari dalam. “Kalau dulu cenderung menjaga desa dari pendatang. Itu sudah tidak relevan, karena kini transmisi justru asalnya dari dalam. Oleh karenanya, Sri Sultan menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat,” urai Andani.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa Pemda DIY akan mengikuti keputusan panwal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. “Kalau sudah jadi keputusan menteri ya ikuti saja,” jelasnya.

Aji menuturkan, menurut usulan Andani, cakupan testing dan testing pasien positif harus diperluas, bukan hanya seseorang yang kontak erat dengan tersuspek positif saja. “Jadi menurut beliau, jumlah testing dan tracing di Indonesia perlu ditingkatkan,” ujar Aji.

"Pak Andani juga mengatakan kalau Jogja itu punya modal sosial bagus yang tidak dimiliki oleh daerah atau provinsi lain. Itu bisa dimanfaatkan dalam rangka penanganan COVID-19, misalnya saja relawan," ungkapnya. 

Tak hanya itu, penyesuaian metode testing juga perlu dilakukan. “Terkait adanya kesulitan laboratorium PCR, sebenarnya saat ini pemerintah telah memutuskan bahwa antigen dapat menjadi alternatif PCR. Kalau seseorang tes antigen dengan hasil positif, maka orangtersebut dianggap positif, tidak perlu lanjut PCR. Namun, seseorang yang tes antigen hasilnya negatif namun merupakan kontak erat, maka harus ditelusuri lebih lanjut dengan PCR,” terang Aji.

Untuk tes PCR bagi Jogja sendiri, saat ini sudah banyak laboratorium mandiri yang menyediakan fasilitas tes PCR. “Laboratorium ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin melakukan tes PCR mandiri. Apalagi prosesnya juga mereka mandiri, punya laboratorium induk sendiri jadi tidak masuk ke laboratorium sini (yang dikelola pemerintah),” tutup Aji.

Andani mengatakan proses vaksinasi COVID-19 DIY tahap kedua juga menjadi topik perbincangan dengan Gubernur DIY. “Sri Sultan berharap vaksinasi COVID-19 tahap kedua untuk petugas pelayanan publik dan lansia bisa segera dilaksanakan. Untuk perdananya, akan dilakukan pada 1 Maret 2021,” jelasnya.

Untuk target sasaran guru, Andani mengaku belum dapat diketahui secara detail untuk eksekusinya. “Masih belum dibahas rinci, yang jelas secepat-cepatnya,” tambahnya. Hal ini dilakukan mengingat adanya imbauan bahwa Juni 2021 mendatang, semua guru ditargetkan sudah divaksin karena proses belajar tatap muka akan dimulai.

Di sisi lain, Aji menerangkan jika pendataan target penerima vaksinasi COVID-19 akan selesai pada akhir bulan Februari 2021 ini. “Harapannya, awal bulan (Maret), vaksinasi untuk pelayan publik dan lansia sudah bisa mulai. Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatans udah ada rekapnya, kita bisa menyiapkan tempat-tempat yang dipakai, dan teknis undangan seperti SMS blast, pembagian tanggal dan waktu,” jelasnya.

Demikian halnya dengan pendataan guru, Aji berkata jika prosesnya akan selesai pada waktu yang sama. “Untuk jumlahnya sendiri, guru di DIY tingkat SMA itu kurang lebih 12ribu orang, sedangkan duru untuk tingkat SD dan SMP di masing-masing kabupaten itu sekitar 15-18ribu orang. Total jumlah inilah yang nanti akan menjadi penerima vaksinasi COVID-19 tahap kedua,” pungkas Aji. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment