News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Wacana Jabatan Presiden 3 Periode Dikritik

Wacana Jabatan Presiden 3 Periode Dikritik


Anggota DPR / MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Drs HM Gandung Pardiman MM

WARTAJOGJA.ID: Wacana masa jabatan presiden 3 periode kembali muncul dan mencuat di berbagai media sosial. 

Wacana perpanjangan masa jabatan Presien bisa menjadi 3 periode ini pertama kali muncul bulan November  tahun 2019 lalu oleh Ketua DPR RI Puan Maharani  di Komisi II DPR RI seiring dengan isu amandemen UUD 1945. Saat pertama kali muncul langsung mendapatkan tanggapan dari presiden Joko Widodo yang dengan tegas menolak masa jabatan bisa menadi 3 periode. 

Wacana penambahan periode masa jabatan presiden muncul lagi dalam beberapa hari ini. 

Masa jabatan presiden yang saat ini maksimal dua periode, diusulkan menjadi tiga periode seiring dengan usul amandemen UUD 1945 yang tengah digodok Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR).  Anggota DPR / MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Drs HM Gandung Pardiman MM dengan tegas menolak wacana masa bakti presiden bisa 3 periode.  Menurut Gandung masa jabatan Presiden maksimal 2 periode sesuai undang - undang yang ada saat ini sudah cukup dan sudah ideal. 

" Aturan yang ada saat ini sudah cukup akomodatif bagi mereka, dan sudah sesuai undang-undang.  Sehingga tidak perlu diperpanjang sampai 3 Periode. Masalah yang dihadapi bangsa dan negara kita saat ini masih sangat banyak terait wabah pandemi Covird 19. Sehingga wacana terkait masa jabatan Presiden sampai 3 periode ini dihentikan saja. Kita membahas masalah lain yang lebih penting dan mendesak termasuk mengatasi Pandemi Covid 19 ini serta pemulihan eonomi," tegas Drs HM Gandung Pardiman MM anggota Komisi VII DPR RI.

Gandung Pardiman menilai masa jabatan Presiden sampai 3 kali 5 tahun, ini akan melukai demokrasi dan rawan akan memunculkan politik dinasti serta menghambat regenerasi. Seharusnya, imbuh Gandung, sistem yang ada ini diperkuat agar terjadi regenreasi dan kesinambungan pemimpin.

" Demokrasi bisa berarti membatasi kekuasaan dan demokrasi menjamin adanya regenerasi. Di negara kita ini banyak sekali tokoh - tokoh dan elite politik yang sangat berpotensi untuk bisa diberi kesempatan memimpin negeri ini. Jika selama 15 tahun hanya dipimpin oleh satu orang, bagaimana bisa memunculkan potensi pemimpin yang lain yang tak kalah bagusnya," pungkasnya. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment