News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Liga 1 Belum Jelas, Begini Langkah Sebagian Pemain PSS Sleman

Liga 1 Belum Jelas, Begini Langkah Sebagian Pemain PSS Sleman


PSS Sleman (ist)


WARTAJOGJA.ID : Nasib Shopee Liga 1 yang masih gelap membuat dua penggawa asing PSS Sleman galau. Guilherme Felipe 'Batata' dan Yevhen Bokhasvili kedua legiun asing itu.

Shopee Liga 1 sudah diputuskan untuk kickoff lagi pada tahun depan. Kendati demikian, kepastiannya masih menunggu izin dari pihak POLRI.

Karena tanggal dimulainya lagi Shopee Liga 1 belum pasti, Batata pun memutuskan untuk mudik ke Brasil. Dia sudah pulang, berangkat dari Jakarta, sejak Minggu (15/11/2020) lalu.

Batata tak yakin bakal kembali ke Sleman walaupun harapan itu masih ada. Yang jelas, kontraknya bersama Super Elang Jawa berakhir Desember 2020.

Namun, hingga saat ini kontraknya dengan PSS belum jelas. Pembicaraan soal perpanjangan kontrak pun belum dilakukan dengan manajemen.

"Ini yang membuat saya belum bisa berjanji kembali ke Indonesia atau tidak. Semua bergantung pada kontrak," ucap pemain yang sudah membela panji PSS selama dua musim ini.

Sementara itu, Yevhen Bokhasvili juga berada dalam posisi sulit. Ia ingin pulang ke Ukraina, negara asalnya. Hanya saja, dia terganjal kontrak yang masih sampai 2021.

"Kontrak saya di PSS hingga Desember 2021. Saya ingin bertemu manajemen dulu sebelum pulang," kaya Yevhen.

Batata bukan satu-satunya pemain PSS yang kembali ke negara asalnya. Sebelumnya sudah ada Aaron Evans yang sudah pulang ke Australia.

Sebelumnya Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan meminta Kapolri Idham Aziz memerhatikan nasib pemain dan pelatih sepakbola terkait Shopee Liga 1 2020 yang tak kunjung digelar.

Shopee Liga 1 bersama Liga 2 2020 sudah vakum sejak pertengahan Maret lalu. Pemasukan para pelaku sepakbola pun tak menentu karena ketiadaan kompetisi.

PSSI bersama PT LIB mau kompetisi lanjut lagi. Tapi rencana kick off pada Oktober dan November sudah dua kali gagal.

Penyebabnya, izin dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tak kunjung didapatkan. Untuk itu, Mochamad Iriawan pun minta pengertian dari Kapolri untuk memberikan izin penyelenggaraan pertandingan sepakbola, termasuk Shopee Liga 1.

"Saya sudah bersurat ke Kapolri, sampai sekarang belum ada jawaban. Kami berharap sekali. Kasihan pelatih dan pemain sudah banyak yang menjerit ke saya," kata Mochamad Iriawan.

"Upaya kami sudah maksimal. Jadi tinggal menunggu pemerintah dan Polri saja untuk memberikan izin," ujarnya menambahkan.

Banyak pemain yang kini mulai terjun ke pertandingan Antar Kampung (Tarkam) untuk menyambung hidup. Teranyar ada Saddil Ramdani yang kedapatan sempat berada di lapangan banjir meski mengklaim batal bermain karena kondisi lapangan yang buruk akibat hujan.

Satu yang pasti, pendapatan pemain dan pelatih sepakbola menjadi tak menentu. PSSI dua kali menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang mengatur besaran gaji pemain di tengah vakumnya kompetisi.

"Saya meminta kepada pemerintah dan kepolisian untuk melihat para pelatih dan pemain yang kesulitan sekarang. Klub juga berteriak karena tidak ada sponsor," ucap Iwan Bule, sapaan Mochamad Iriawan.

Tak usah jauh-jauh menengok ke Eropa, semua negara di Asia Tenggara kecuali Brunei sudah menyelenggarakan pertandingan sepakbola lagi. Indonesia menjadi satu-satunya negara di ASEAN yang kompetisinya mati suri.

Sementara Brunei sebenarnya masuk pengecualian karena sudah memutuskan meniadakan sepakbola sejak pandemi COVID-19. Sedangkan Indonesia baru berencana melanjutkan kompetisi Shopee Liga 1 2020 pada Februari 2021, dengan kondisi tak ada jaminan bakal mendapat izin Polri. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment