News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kompetisi 2021, Begini Harapan PSIM

Kompetisi 2021, Begini Harapan PSIM





WARTAJOGJA.ID :  Di saat kompetisi sepak bola di berbagai negara tetap digulirkan di tengah situasi pandemi, hingga penghujung tahun 2020 ini nasib kompetisi sepak bola Tanah Air masih juga buram.

PSSI berencana memutar kembali kompetisi yang terhenti sejak Maret, pada Februari 2021 mendatang. Namun PSSI dan PT LIB tak kunjung memberikan kepastian serta jaminan kepada klub sebab semuanya bergantung pada izin dari pihak keamanan.

Di samping itu, kebijakan pemerintah tentunya juga akan berpengaruh terhadap pelaksanaan kompetisi sepak bola Indonesia. Apalagi, di tengah situasi pandemi yang urung mereda saat ini, ada banyak pihak yang turut memegang kendali.

Situasi pandemi Covid-19 membuat lebih banyak faktor pertimbangan yang harus dimiliki penyelenggara, di antaranya masukan dari Satgas Penanganan Covid-19.

Sehingga, jika izin-izin tersebut salah satunya tidak didapatkan penyelenggara, kompetisi sepak bola Indonesia otomatis tidak akan bergulir.

Menyikapi situasi saat ini, manajer PSIM Yogyakarta, David MP Hutauruk berharap di 2021 mendatang, pandemi Covid-19 segera mereda agar kondisi dapat kembali normal. Sehingga, lanjutan kompetisi bisa terealisasi.

"Mudah-mudahan kompetisi bisa berjalan sebagaimana mestinya dengan segala penyesuaian keadaan yang ada," ujar David MP Hutauruk.
Ia berharap, segera ada kepastian terkait nasib kompetisi sepak bola Indonesia. 

Menurut David, jangan sampai tim kembali menjadi korban atas ketidakpastian kompetisi.
Namun di balik ujian saat ini, David menilai ada hikmah yang bisa diambil sebagai pelajaran ke depan.

"Pembelajaran yang sangat berharga adalah dibutuhkan rencana adaptasi terhadap situasi yang mungkin sama seperti ini terulang di kemudian hari. Segala SOP dan SDM insan sepak bola harus mengambil pelajaran dari kejadian pandemi ini," kata David.

"Federasi, operator dan seluruh stakeholders sepak bola harus lebih siap lagi mengantisipasi apabila kejadian serupa atau bahkan hal lainnya menerpa dunia sepak bola. Saat ini bisa dikatakan bahwa aspek kesehatan merupakan yang terutama, akan tetapi tidak dengan serta merta 'mematikan' langkah atau industri sepak bola," tambah David.

Lebih lanjut ia mengatakan, stakeholder sepak bola di Indonesia harus lebih bersinergi guna mencari solusi agar kompetisi bisa digelar. Tentunya, dengan segala penyesuaian keadaan.

"Semoga kompetisi bisa berjalan sebagaimana mestinya dengan segala penyesuaian keadaan. Harapan yang sama selalu kita ucapkan yang terbaik buat PSIM agar dapat berprestasi lebih baik lagi kedepan," jelas David.

Namun apabila kompetisi benar digulirkan Februari 2021 mendatang, David berharap jadwal kompetisi tidak disampaikan secara mendadak. Sebab, hal tersebut akan berpengaruh secara langsung pada persiapan teknis tim.

Terpisah, penyerang PSIM Yogyakarta, TA Musafri berharap kompetisi di musim 2021 benar digulirkan. 

"Semoga kompetisi benar-benar diputar lagi. Apalagi kita lihat di seluruh negara hampir semua kompetisi sudah berjalan. Semoga federasi segera memutuskan," ujar pesepak bola yang pernah berseragam timnas Indonesia ini.

Sementara itu, gelandang bertahan PSIM Yogyakarta, Raymond Tauntu mengatakan bila kontrak pemain akan berakhir Desember 2020 ini. Namun, beberapa waktu lalu sudah ada pembicaraan dengan manajemen terkait rencana untuk musim kompetisi 2021.

"Kalau melihat situasi saat ini, misal liga berlanjut maka kontrak pemain musim lalu yang akan tetap dipakai, hanya saja durasinya berubah menyesuaikan kompetisi 2021 nanti. Tapi untuk detailnya, saya masih menunggu informasi lebih lanjut juga," ujar Raymond.

Penjaga gawang PSIM Yogyakarta, Ivan Febrianto berharap di kompetisi 2021 mendatang, skuat musim 2020 tetap dipertahankan.

"Harapan saya, PSIM tetap menggunakan skuat musim 2020 kemarin karena dari faktor kekompakan, kekeluargaan dan chemistry sudah terbentuk. Semoga bisa memberikan prestasi terbaik di kompetisi 2021," tandas Ivan.(vas/tj)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment