News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Mahasiswa UGM Juga Demo Depan Rektorat, Serukan 6 Tuntutan

Mahasiswa UGM Juga Demo Depan Rektorat, Serukan 6 Tuntutan



WARTAJOGJA.ID: Massa mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar demo di depan Gedung Rektorat UGM. Mereka membawa keranda hitam yang melambangkan matinya kerakyatan di UGM mereka menuntut keringanan biaya kuliah dengan memotong biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara merata bagi seluruh mahasiswa. 

"Jadi kan kita melihat kondisi pandemi seluruh masyarakat berdampak entah ekonomi, psikologi sosial, dan lain sebagainya," ujar Menko Pergerakan BEM UGM Panji Dafa ditemui di sela-sela aksi, Rabu (15/7). 

"Terkait tuntutan ada enam. Kalau kita intisarikan menuntut potongan UKT secara merata selama pandemi COVID seperti ini," ujarnya. 

Panji mengatakan setelah pertemuan dengan rektorat 2 Juli lalu, sudah ada keputusan bahwa UKT dipotong. Namun ada persyaratan yang menurut mahasiswa tidak tepat seperti surat keterangan tidak mampu, keterangan terdampak corona, hingga surat orang tua diberhentikan dari pekerjaan. 

"Kalau kita melihat anggaran UGM sendiri kita menghitung rekapitulasi sebenarnya bisa dipotong merata. Itulah mengapa kita menuntut hal sama pemotongan merata. Syarat sekarang melampirkan bukti seperti kondisi rumah dan sebagainya. Banyak sekali syarat dan itu mahasiswa merasa keberatan," katanya. 

"Dalih UGM hanya untuk yang terdampak corona tapi kenyataannya semua terdampak. Ini perlu dipotong secara merata universal," ujarnya. 

Sampai sekarang ini banyak mahasiswa yang sudah merasa tidak mampu membayar UKT. Terutama para mahasiswa Bidikmisi. Bidikmisi merupakan beasiswa yang diberikan hanya sampai semester 8. Sementara banyak mahasiswa Bidikmisi masih mengerjakan skripsi di semester 9. 

"Banyak yang sudah mengeluh tidak bisa membayar. Teman-teman bidikmisi ada 1000 yang terdampak. Karena kan hanya ditanggung sampai semester 8 yang semester 9 harus membayar UKY cukup memusingkan terutama Bidikmisi," ujarnya. 

Sementara untuk mahasiswa non beasiswa besaran UKT ini berbeda satu sama lain sesuai penghasilan orang tua. Dengan kondisi seperti ini kebijakan pemotongan UKT secara merata sangay dibutuhkan. 

"Kajian BEM kalau UKT dipotong merata anggaran masih mencukupi karena permendikbud potongan 2,5 juta otomatis UKT bisa gratis. UKT besaran beda-beda berdasarkan penghasilan orang tua. Soshum lebih murah Rp 1-9 juta kalau sains itu bisa sampai Rp 15-20 juta," ujarnya. 

Berikut enam tuntutan mahasiswa UGM: 

1. Menurunkan tarif UKT pada seluruh mahasiswa berdasarkan persentase tertentu, sebagai akibat dari turunnya biaya operasional perkuliahan karena penerapan kuliah daring dan jatuhnya daya beli masyarakat secara umum karena pandemi covid-19; 

2. Menjamin keringanan UKT bagi mahasiswa terdampak covid-19 secara ekonomi maupun yang terinfeksi langsung, dengan persentase keringanan yang sesuai dengan dampak yang diterima mahasiswa; 

3. Melibatkan unsur mahasiswa dalam proses verifikasi keringanan dan penyesuaian UKT; 

4. Membebaskan UKT bagi mahasiswa yang hanya menempuh tugas akhir; 

5. Menjamin tidak ada pungutan lain di luar UKT; 

6. Melakukan realokasi keuangan UGM untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar daring.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment