News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

FTI UAD Siap Gelar Tantangan Bebras 2020

FTI UAD Siap Gelar Tantangan Bebras 2020


Tim Dosen FTI UAD bekerjasama dengan Bebras Biro DIY dan Jateng menyelenggarakan webinar, untuk menyosialisasikan computational thinking dan Gerakan Pandai.

WARTAJOGJA.ID : Untuk mewujudkan kompetensi berpikir secara komputasional kepada guru, siswa, dan pemangku kebijakan, di wilayah Yogyakarta dan Jateng, Tim Dosen FTI UAD bekerjasama dengan Bebras Biro DIY dan Jateng telah menyelenggarakan webinar, Sabtu 18 Juli 2020 lalu untuk menyosialisasikan computational thinking dan Gerakan Pandai.

Tim Dosen FTI UAD Dinan Yulianto S.T. M.Eng., dan Murein Miksa Mardhia S.T. M.T. kemudian menjalin kerja sama dengan Badan Kerjasama Sekolah (BKS) Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Gunungkidul guna memfasilitasi setiap guru di SD Muhammadiyah untuk berpartisipasi dalam webinar computational thinking dan Gerakan Pandai. Turut berpartisipasi dalam webinar dari SD Muhammadiyah di Gunungkidul, yakni SD Muhammadiyah Mujahidin, Siraman, Bogor, dan Piyaman.  

Dinan Yulianto menyampaikan, program berikutnya yang akan diselenggarakan oleh Tim Dosen FTI UAD adalah Tantangan Bebras atau lomba nasional tentang cara berpikir secara komputasional bagi siswa SD hingga SMA yang akan diselenggarakan 9 sampai 13 November 2020 secara daring.

"Tim Dosen FTI UAD mengundang partisipasi dari setiap sekolah dalam kegiatan Tantangan Bebras 2020. Proses pendaftaran untuk berpartisipasi dalam kegiatan Tantangan Bebras 2020 dapat dilakukan melalui bebras.uad.ac.id, website resmi Bebras Biro UAD," ujar Dinan Yulianto, melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/10).

SD Muhammadiyah Bogor Gunungkidul, kata Dinan Yulianto, menyambut baik kegiatan Tantangan Bebras dan bekerjasama dengan Tim dosen FTI UAD, Kamis 15 Oktober 2020 lalu, untuk mendampingi persiapan siswa berpartisipasi dalam Tantangan Bebras 2020.

"Kegiatan pendampingan membahas contoh soal Tantangan Bebras untuk melatih cara berpikir siswa secara komputasional," ungkap Dinan Yulianto.

Selama kegiatan pendampingan, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Bogor Indah Haryani mengamati siswa sangat antusias menerima ilmu pengetahuan baru tentang berpikir secara komputasional.

"Saya berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kepada SD Muhammadiyah lain di wilayah Gunungkidul,” terang Indah Haryani.

Dijelaskan, Gerakan Pandai adalah program yang diselenggarakan oleh Bebras Indonesia dengan disponsori oleh Google.org dan mendapat dukungan dari Ditjen GTK dan Ditjen Dikti Kemdikbud. Program tersebut bertujuan untuk mempromosikan computational thinking kepada guru dan murid mulai tingkat SD, SMP, SMA, dan masyarakat luas.

Sedangkan, computational thinking atau berpikir komputasional adalah cara berpikir yang memungkinkan untuk menguraikan permasalahan kompleks menjadi beberapa bagian lebih kecil dan sederhana, menemukan pola dalam masalah, menemukan poin utama dalam masalah, dan menyusun langkah demi langkah solusi mengatasi masalah.

Mendikbud Nadiem Makarim awal 2020 menyebutkan bahwa terdapat dua kompetensi tambahan yang dibutuhkan oleh anak Indonesia, yaitu compassion, dan computational thinking. Kemdikbud saat ini sedang mengkaji penambahan kompetensi compassion dan computational thinking di kurikulum pendidikan anak Indonesia. (Rio Ardian)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment