News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pantai Pasir Putih Gunungkidul Ini Masih Sepi Wisatawan Gara-Gara Covid-19

Pantai Pasir Putih Gunungkidul Ini Masih Sepi Wisatawan Gara-Gara Covid-19

Pantai Gesing


WARTAJOGJA.ID:  Kalangan pelaku usaha yang tinggal di kawasan pesisir pantai selatan di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta berharap pemerintah daerah tetap membantu promosi wisata walau saat ini pembukaan obyek masih tahap ujicoba di tengah pandemi Covid-19.

Mujiyanti, 52 tahun, waga yang juga pemilik warung yang tinggal di kawasan Pantai Gesing Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta menuturkan, promosi dari pemerintah sangat diharapkan.

Agar saat masa ujicoba pembukaan ini obyek wisata tetap bisa memberikan rejeki pelaku usaha wisata yang menggeliat.

Pantai Gesing sendiri merupakan salah satu dari 21 pantai di Gunungkidul yang sudah ikut ujicoba buka kembali per 10 Juli 2020 lalu.

Namun kunjungan pantai itu usai buka kembali tidak sebanyak Pantai Baron-Kukup-Krakal yang memang primadona pantai Gunungkidul.

“Hari-hari biasa setelah buka kembali setelah tiga bulan tak ada kunjungan ini ya masih satu-dua pengunjung saja tiap harinya,” ujar Mujiyanti Rabu 12 Agustus 2020 lalu.  

Akibat masih sepinya kunjungan itu, dampaknya cukup dirasakan pelaku usaha wisata kawasan itu.

Terutama bagi pelaku-pelaku usaha kuliner di kawasan pantai yang terkenal harganya masih relatif miring itu.

Walaupun setiap hari warung –warung di situ sudah beroperasi semua, ujar Mujiyanti, namun tak ada pemasukan memadai karena tak ada wisatawan berbelanja.

Padahal geliat warung-warung yang sebagian besar mengolah tangkapan laut atau seafood itu ikut mempengaruhi pendapatan nelayan.

Serapan pada hasil laut nelayan juga ikut anjlok dan nelayan merugi karena tangkapannya tak laku.

Nelayan Pantai Gesing

“Kalau kami mau beli ikan nelayan di TPI (tempat pelelangan ikan) jelas belum berani, nanti jualnya susah wong tidak ada wisatawan berkunjung,” ujarnya.

Ketika tak terserap oleh warung-warung kuliner di kawasan pantai itu, para nelayan biasanya membawa ikan tangkapannya untuk dijual ke desa-desa sekitar dengan harga lebih murah.

Mujiyanti menuturkan yang bisa diandalkan saat ini dari kunjungan wisata di pantai itu hanya saat akhir pekan.

“Akhir pekan ini sudah lumayan kunjungannya. Pelanggan-pelanggan yang dari luar seperti Semarang dan Jawa Tengah lainnya sudah mulai tahu kalau pantai ini buka kembali, tapi lebih banyak yang belum tahu,” ujarnya.

Oleh sebab itu pihaknya berharap, dengan tetap ada promosi dari pemerintah, wisatawan khususnya pelanggan yang biasa menyambangi Pantai Gesing itu bisa tahu jika aktivitas sudah berlanjut. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Mujiyanti bersyukur, selama tak ada pemasukan dari kunjungan wisatawan, bantuan terus mengalir dari berbagai pihak. Khususnya berupa bantuan bahan pokok.

“Selama pandemi ini kami setidaknya sudah tiga kali mendapat bantuan dari pemerintah daerah juga polairud (polisi air dan udara) ,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono menuturkan pemerintah daerah sebenarnya juga telah membantu menginformasikan kepada khalayak. Bahwa sejumlah destinasi di Gunungkidul saat ini sudah ujicoba beroperasi.

Hanya saja, memang promosi yang dilakukan belum bisa besar besaran seperti situasi normal karena pembukaan yang dilakukan sifatnya juga ujicoba terbatas.

“Yang saat ini kami utamakan untuk destinasi soal bagaimana memastikan wisatawan yang datang itu bisa patuh protokol kesehatan dulu selama masa ujicoba ini ,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Tour and Travel (Asita) DI Yogyakarta, Udi Sudiyanto menuturkan, walaupun puluhan destinasi sudah dibuka kembali oleh pemerintah untuk ujicoba sejak Juli lalu, dari anggotanya belum ada yang membuat paket-paket wisata. Pertimbangan faktor efektifitas paket wisata yang dijual dan soal kesiapan protokol di tiap destinasi masih berpengaruh.  

"Jadi sampai Agustus ini kami masih belum membuat paket-paket wisata ke Yogya," ujarnya. (Arifin)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment