News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tak Bisa Tunjukkan Surat Keterangan Sehat, Wisatawan Dilarang Turun Dari Bis

Tak Bisa Tunjukkan Surat Keterangan Sehat, Wisatawan Dilarang Turun Dari Bis


Petugas Tempat Parkir Senopati Yogya menunjukkan surat pernyataan yang harus diisi wisatawan


WARTAJOGJA.ID: Kalangan petugas parkir di kantung-kantung parkir penyangga kawasan Malioboro Yogyakarta tak segan menolak kedatangan rombongan wisatawan yang tak kooperatif dan patuh protokol pencegahan Covid-19.

Seperti yang terjadi pekan lalu, 18 Juli 2020,  saat itu ada rombongan tour leader asal Bogor Jawa Barat yang dilarang turun dan parkir di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati.

Saat itu pimpinan rombongan tak mampu menunjukkan surat keterangan sehat saat bus yang ditumpanginya parkir sehingga rombongan tak diperkenankan turun dan jalan-jalan di Malioboro.

“Dalam satu bis TL (tour leader) asal Bogor itu saat itu ada 40 orang. Tapi dari pemandu atau kepala rombongannya tidak bisa menunjukkan surat keterangan sehat, jadi terpaksa ditolak parkir di situ,” ujar petugas yang juga Ketua Forum Pekerja Parkir Kota Yogyakarta Ignatius Hanarno Senin 27 Juli 2020.

Setelah ditolak rombongan bus wisatawan asal Bogor itu pun keluar dari area parkir dan melanjutkan kembali perjalanannya. 

Hanarno menuturkan, sebenarnya ketentuan membawa surat keterangan sehat itu juga menimbang zona asal wisatawan. Ia mengungkapkan, wisatawan yang berasal dari sekitaran Yogya yang bukan dari zona merah bisa saja datang tanpa membawa surat keterangan sehat. Namun harus bersedia mengisi surat pernyataan yang isinya data diri wisawatan itu. Untuk keperluan pendataan juga tracing jika ternyata ada temuan kasus positif dari tempat yang dikunjungi wisatawan itu.

“Asal zona wisatawan juga kami lihat, merah atau bukan, kalau dari zona merah wajib bawa surat keterangan sehat itu,” ujar Hanarno.

Petugas parkir TKP Senopati sisi timur, Vanti Joko Prayogo mengatakan surat keterangan sehat itu biasanya ditunjukkan oleh pemandu rombongan sudah dalam bentuk bendelan atau disatukan.

“Jadi satu per satu wisatawan akan membawa satu surat keterangan sehat itu, biasanya dari rumah sakit di daerah asalnya,” ujar Joko.

Hanya saja, ujar Joko, ketika ada wisatawan khususnya dari zona hijau dan kuning yang datang berombongan via bus tidak membawa surat sehat itu,maka wajib mengisi data diri dalam surat pernyataan kunjungan yang sudah disiapkan.

“Yang susah biasanya kalau wisatawan itu diminta mengisi nomor KTP (Kartu Tanda Penduduk)-nya, alasannya takut disalahgunakan,” ujarnya. Jika wisatawan yang tak membawa surat keterangan sehat dan juga tak mau mengisi data diri secara lengkap maka diminta tetap tinggal di bus dan dilarang turun jalan jalan ke Malioboro.


Surat pernyataan bagi wisatawan yang harus diiisi jika tak membawa surat sehat

“Kami minta wisatawan itu tetap tinggal di bus kalau tetap tak mau mengisi data diri, karena juga tak membawa surat keterangan sehat,” ujarnya.

Joko mengungkapkan, sejak menerima lagi bus asal luar Yogya dua pekan terakhir, TKP Senopati lebih banyak dikunjungi wisatawan asal Jawa Tengah. Seperti Kebumen, Cilacap, Tegal, Purwokerto dan Semarang.

Kebanyakan mereka datang di akhir pekan, Sabtu dan Minggu dan merupakan rombongan komunitas seperti pesepeda dan tour leader yang menjajal wisata anormal baru.

Joko menuturkan, sejak beroperasi menerima parkir bus, belum menemukan kunjungan zona merah Covid seperti Jakarta juga Surabaya.

“Yang akan memeriksa petugas dinas perhubungan langsung kalau rombongan yang datang dari zona merah,” ujar Joko.

Joko mengatakan, sejak beroperasi, setiap harinya di tempat parkir itu ada 10-an petugas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta patroli mengawasi wisatawan yang datang.

Tempat-tempat khusus parkir dekat kawasan Malioboro sendiri pada hari biasa sejak beroperasi Juli ini tak pernah menerima lebih dari lima bus wisata. Hanya saat akhir pekan, jumlah bus luar Yogya yang datang itu lumayan tinggi. Bisa mencapai 20-30 unit bus TKP Senopati. Sedangkan di TKP Abu Bakar Ali berkisar 4-5 bus bisa masuk saat akhir pekan.  

“Pemasukan harian untuk parkir bus memang masih jauh dari normal, kadang malah nol. Tapi kami harus tetap berjaga,” ujar Joko.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menghimbau wisatawan dari luar Yogya, entah zona apapun, sebisa mungkin tetap membekali dengan surat keterangan sehat dari daerah asalnya.

Walau menurut Agus saat ini ada dua versi soal ketentuan surat keterangan sehat itu, yakni dari Gugus  Tugas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Perhubungan.

“Dari Kementerian Perhubungan lebih mengacu pada kuota moda transportasi yang digunakan, maksimal 70 persen,” ujarnya. Sedangkan untuk surat keterangan sehat mereka yang menggunakan jalur darat (bus) memang tak diatur sedetail moda udara atau kereta api.

“Tapi dari Gugus Tugas Covid-19 meminta setiap kunjungan dari luar itu disertai surat keterangan sehat,” ujarnya.

(Gun/Fes)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment